Jokowi, Alasan Wagub Djarot Hadiri Peresmian PTSP  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat melihat seekor ayam saat mengunjungi lokasi penampungan dan pemotongan ayam di wilayah Pisangan, Jakarta Timur, Selasa 20 Januari 2015. Kunjungan tersebut untuk melihat bentuk rumah potong ayam yang berada di tengah pemukiman warga dan wagub berencana membangun pasar induk ayam yang mampu menampung 1 juta ekor ayam per hari di Jakarta Timur. TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat melihat seekor ayam saat mengunjungi lokasi penampungan dan pemotongan ayam di wilayah Pisangan, Jakarta Timur, Selasa 20 Januari 2015. Kunjungan tersebut untuk melihat bentuk rumah potong ayam yang berada di tengah pemukiman warga dan wagub berencana membangun pasar induk ayam yang mampu menampung 1 juta ekor ayam per hari di Jakarta Timur. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan alasan kedatangannya dalam acara peresmian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat, yakni diundang Presiden Joko Widodo. Djarot mengaku diminta hadir oleh Jokowi. "Saya diundang oleh Pak Presiden," kata Djarot di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal, Jakarta, Senin, 26 Januari 2015.

    Jokowi diagendakan meresmikan PTSP Pusat. Jokowi tiba di BKPM pukul 10.00 WIB dengan menggunakan batik lengan panjang warna cokelat. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi juga ditemani Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Franky Sibarani, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yassona H. Laoly, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Pelaksana Tugas Kepala Polri Badrodin Haiti, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

    Berdasarkan pantauan Tempo, selama kunjungan, Jokowi selalu ditemani oleh Djarot. Bahkan, ketika Jokowi berkunjung ke ruang kerja pegawai, mantan Wali Kota Blitar itu terus berada di samping Jokowi.

    Djarot mengatakan ada perbedaan dalam pelayanan PTSP di BKPM dengan di DKI berbeda. PTSP Pusat, ujar Djarot, melayani proses perizinan investasi. Sedangkan Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di DKI tak hanya mengurusi izin investasi, tapi juga yang diperlukan warga. "DKI juga melayani pengurusan surat izin pindah dan lain-lain," tutur Djarot.

    Adapun persamaan antara PTSP Pusat dan BPTSP adalah untuk mempermudah perizinan. "Jadi, ada kepastian proses, prosedur, dan waktu," ujar Djarot.

    Keberadaan PTSP Pusat dan BPTSP, kata Djarot, akan berdampak positif pada tingkat transparansi pelayanan. "Biar kami yang sibuk melayani rakyat," tuturnya. (Baca: Layanan Satu Pintu, Ahok: Petugas Wajib Serbabisa dan Penyelenggaraan PTSP DKI Butuh 3.800 Pegawai) 

    GANGSAR PARIKESIT

    Berita Lainnya:
    Banjir Pekan Lalu, Ahok: Sabotase, Saya Dikerjai
    189 PNS Bekasi Kompak Cuti Bareng
    Ahok Larang Reklame Rokok, Pengusaha Keberatan, Ini Jalan Tengahnya
    Sadis, Perampok Merampas Motor dan Menusuk Korban


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.