Antisipasi Banjir, DKI Bangun 10 Sistem Pompa Air  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Gubenur DKI Jakarta, Basuki Thahja Purnama meninjau proyek normalisasi kali Ciliwung tahap satu di Jatinegara Barat, 18 November 2014. Kunjungannya tersebut untuk melihat kesiapan dalam menghadapi musim hujan dan bencana banjir. TEMPO/Dasril Roszandi

    Plt Gubenur DKI Jakarta, Basuki Thahja Purnama meninjau proyek normalisasi kali Ciliwung tahap satu di Jatinegara Barat, 18 November 2014. Kunjungannya tersebut untuk melihat kesiapan dalam menghadapi musim hujan dan bencana banjir. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Agus Priyono mengatakan, untuk mengantisipasi banjir di Ibu Kota, instansinya memiliki rencana membangun sepuluh sistem pompa air. Pembangunan sepuluh sistem pompa air itu merupakan salah satu program besar untuk penanganan banjir 2015-2035.

    "Untuk menuntaskan banjir di seluruh wilayah DKI, kami harus menanganinya dari hulu hingga hilir," tutur Agus saat konferensi pers di Dinas Pekerjaan Umum, Jakarta, Senin, 26 Januari 2015. (Baca: Banjir Bandang NTT, Warga Mengungsi ke Gereja)

    Agus memaparkan tiga sistem pompa air akan dibangun di aliran barat, empat di aliran tengah, dan tiga di aliran timur. Untuk sistem pompa air di aliran barat, kata Agus, akan dibangun di Kamal dengan kemampuan 105 meter kubik per detik, Grogol 30 meter kubik per detik, dan Angke 165 meter kubik per detik. (Baca: Banjir di Jakarta, Waspadai Titik Macet Ini)

    Banjir merupakan bencana tahunan yang selalu menimpa Ibu Kota. Bahkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memasukkan program antisipasi banjir sebagai salah satu rencana prioritasnya.

    Untuk aliran tengah, kata Agus, sistem pompa air akan dibangun di Karang dengan kemampuan pompa 60 meter kubik per detik, Hailai-Marina 110 meter kubik per detik, Kali Krukut 60 meter kubik per detik, dan Kali Mampang 60 meter kubik per detik.

    Sedangkan untuk aliran timur, Agus menambahkan, lembaganya akan membangun sistem pompa air di Sentiong Ancol, Sunter Kresek, dan Cakung Drain. Agus menjelaskan, untuk membangun sepuluh sistem pompa air itu, lembaganya membutuhkan dana sebesar Rp 11,9 triliun. "Semoga, pada tahun 2035, Jakarta bisa bebas banjir," ucapnya.

    GANGSAR PARIKESIT 

    Terpopuler

    Jokowi Bikin Tim, Ada 7 Keanehan Kasus Bambang KPK
    Pengakuan Ratna Mutiara, Saksi Kunci Bambang KPK 
    Alasan Iwan Fals ke KPK dan Ogah ke Polri 
    Kini, Giliran Zulkarnain KPK Dilaporkan ke Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.