Cara Ampuh Ahok 'Sikat' PKL Tanah Abang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) kembali berjualan di lahan kosong depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta (12/9). Para PKL enggan berjualan di Blok G yang telah disediakan Pemprov DKI Jakarta dengan alasan sepi pengunjung. TEMPO/Subekti.

    Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) kembali berjualan di lahan kosong depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta (12/9). Para PKL enggan berjualan di Blok G yang telah disediakan Pemprov DKI Jakarta dengan alasan sepi pengunjung. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok jengah dengan perilaku pedagang kaki lima di Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang kembali berjalan di badan jalan.

    Ahok menyebut pedagang dan Satuan Polisi Pamong Praja yang menertibkan seperti film kartun. "Kayak Tom and Jerry. Pernah nonton enggak waktu kecil? Kejar-kejaran," kata Ahok yang pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur di Balai Kota, Rabu, 28 Januari 2015.

    Menurut Ahok, para pedagang berani turun lagi ke jalan sebab hukumannya terlalu ringan. Ahok mengeluh hukuman yang diberikan kepada PKL hanya denda sebesar Rp 100 ribu. (Baca: PKL Beri Amplop Lurah Susan, Apa Reaksinya?)

    Padahal, kata Ahok, dalam sepekan PKL bisa mengantongi uang Rp 700 ribu dari jualan di jalan. "Kalau begitu tidak ada takutnya," katanya. (Baca: Insiden Tanah Abang Akan Dilaporkan ke Polisi Hari Ini)

    Meski begitu, tak ada cara lain lagi selain kembali menertibkan meskipun seperti film Tom and Jerry. "Mesti sikat lagi," ucap dia. Hanya saja, kali ini barang dagangannya harus ikut disita. (Baca juga: Penertiban Pedagang Ricuh, Petugas Satpol PP Tewas)

    ERWAN HERMAWAN


    Topik terhangat:


    Budi Gunawan | Bambang Widjojanto | Tabrakan Pondok Indah | AirAsia

    Berita terpopuler lainnya:
    Diminta Jokowi Mundur, Budi Gunawan Menolak
    Politikus PDIP: Jokowi Bisa 'Game Over'
    Golkar Barter Lapindo dengan Budi Gunawan?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.