Ahok, Hadis Nabi Muhammad, dan Ajaran Konfusius

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Guru guru melakukan foto bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai  apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih, Damai dan Anti Korupsi se-Jakarta di Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 30 Desember 2014. Acara yang dihadiri oleh ratusan perwakilan sekolah dari wilayah Jakarta dan, Kepulauan Seribu. TEMPO/Dasril Roszandi

    Sejumlah Guru guru melakukan foto bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih, Damai dan Anti Korupsi se-Jakarta di Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 30 Desember 2014. Acara yang dihadiri oleh ratusan perwakilan sekolah dari wilayah Jakarta dan, Kepulauan Seribu. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali menghadiri acara peringatan Mualid Nabi Muhammad. Kali ini acara digelar di Balai Agung, lingkungan pemerintah DKI Jakarta, Rabu, 28 Januari 2015.

    Dalam pidato sambutannya, Ahok menyebutkan ada beberapa ajaran yang dia dapat dari Nabi Muhammad. Salah satunya soal hadis yang tentang pentingnya pendidikan. "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina," Ahok menuturkan hadis tersebut. (Baca: Ahok Perketat Pengawasan Makanan dan Obat)

    Menurut dia, makna hadis tersebut bukan menyuruh umat muslim sekolah sampai ke Cina. "Kalau seperti itu bagaimana umat muslim di Cina, kan deket," ujar dia. Belajar tidak perlu sampai ke tempat yang jauh. (Baca: Gara-gara Pungli, Ahok Pecat 9 Kepala Sekolah)

    Ahok melanjutkan, makna dari hadis tersebut adalah pendidikan harus digapai setinggi mungkin tanpa diskriminasi. Hadis tersebut sama dengan ajaran Konfusius yang tidak membeda-bedakan manusia dari ras, suku, dan agama.

    Karena itu, Ahok kecewa ada sekolah yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang kaya. "Sekolah itu seharusnya bukan untuk orang kaya tapi untuk orang di kawasan kumuh," ujar Ahok.

    Ahok juga mendukung rencana Yayasan Pondok Karya Pembangunan membangun sebuah pesantren. Ahok berharap pesantren tersebut ditujukan bagi masyarakat miskin. "Saya minta dibangun asrama besar. Diajarin soal agama dia, juga belajar ilmu umum. Bagi saya itu aktualisasi," kata Ahok.

    ERWAN HERMAWAN

    Terpopuler
    Menteri Tedjo, Jaya di Laut Gagal di Darat
    Syahrini Pamer Foto Bersama Paris Hilton di Bali
    Selalu Bilang Next, Ceu Popong Tegur Menteri Anies
    Pengacara Budi Gunawan Kini Incar Penyidik KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.