Christoper Tak Gunakan Narkoba, Begini Tesnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota kepolisian melakukan pemeriksaan tahap awal dengan melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan beruntun di jalan Arteri, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa 21 Januari 2015. Kecelakaan maut yang melibatkan tiga mobil dan enam motor tersebut memakan 4 korban jiwa . M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Sejumlah anggota kepolisian melakukan pemeriksaan tahap awal dengan melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan beruntun di jalan Arteri, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa 21 Januari 2015. Kecelakaan maut yang melibatkan tiga mobil dan enam motor tersebut memakan 4 korban jiwa . M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi memastikan, tersangka kecelakaan maut di Jalan Sultan Iskandar Muda tidak menggunakan narkoba. Kepastian itu diperoleh polisi setelah mendapatkan hasil pemeriksaan darah dan urine tersangka yang dikirim ke laboratorium. "Setelah diperiksa oleh Puslabfor dan BNN, hasilnya negatif," kata Kepala Biddokes Polda Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak di kantornya, Rabu, 28 Januari 2015.

    Tersangka yang dimaksud Musyafak adalah Christoper Daniel Sjarif, 23 tahun. Pemuda itu mengambil alih kemudi kendaraan yang disopiri Ahmad Sandi Illah, 40 tahun. Selanjutnya, terjadi kecelakaan beruntun yang menyebabkan empat orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka. (Baca juga: Kegiatan terakhir Ali dan Christopher Sebelum Kecelakaan)

    Menurut Musyafak, sampel darah dan urine tersangka langsung diambil setelah kecelakaan. Sampel itu dibawa ke laboratorium milik Biddokes Polda Metro Jaya untuk memastikan apakah tersangka menggunakan narkoba atau tidak. Sebagai pembanding, sampel yang sama juga dikirim ke Puslabfor Polri dan BNN. "Semua hasilnya negatif," kata Musyafak.

    Di laboratorium Biddokes, kata Musyafak, petugas melakukan tes terhadap lima item narkotika, yaitu amphetamin, metaphetamin, morfin, THC (ganja), dan Benzodiazepine. "Semuanya negatif," kata dia.

    Tahapan serupa dilakukan juga di laboratorium milik BNN. Menurut juru bicara BNN, Komisaris Besar Sumirat, petugas laboratorium memeriksa sampel darah dan urine Christoper dengan teliti. "Ini untuk memeriksa kemungkinan adanya senyawa dari 35 jenis narkoba. Tapi tetap tak ada indikasi penggunaan narkoba," ujarnya.

    Bahkan, kata Sumirat, petugas sudah beberapa kali mengulangi pemeriksaan sampel untuk  menyelidiki dugaan adanya senyawa baru yang marak terkandung dalam lembaran LSD. Senyawa itu ialah 25C-NBOMe, 25B-NBOMe, dan 25I-NBOMe. "Hasilnya juga negatif."

    Langkah terakhir, BNN telah meminta masukan dari United Nations Office on Drugs and Crime, lembaga PBB yang mengurus soal narkoba, ihwal kemungkinan adanya jenis narkoba yang belum teridentifikasi oleh BNN. "Hasilnya sama, nihil," kata Sumirat. (Baca juga: Hasil Tes Kejiwaan Christoper)

    NINIS CHAIRUNNISA | RAYMUNDUS RIKANG

    Berita lain:
    Selalu Bilang Next, Ceu Popong Tegur Menteri Anies
    EKSKLUSIF: Wawancara Ratna, Saksi Bambang KPK (I)
    KPK Rontok, Giliran Yusuf PPATK 'Diteror' DPR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.