Pemicu Tabrakan Maut Bukan Narkoba, Lalu Apa...?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota kepolisian melakukan pemeriksaan tahap awal dengan melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan beruntun di jalan Arteri, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa 21 Januari 2015. Kecelakaan maut yang melibatkan tiga mobil dan enam motor tersebut memakan 4 korban jiwa . M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Sejumlah anggota kepolisian melakukan pemeriksaan tahap awal dengan melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan beruntun di jalan Arteri, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa 21 Januari 2015. Kecelakaan maut yang melibatkan tiga mobil dan enam motor tersebut memakan 4 korban jiwa . M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.COJakarta - Polisi belum menjelaskan pemicu kecelakaan yang terjadi di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 20 Januari 2015. Dugaan tersangka menggunakan narkoba atau menderita gangguan jiwa ternyata tidak terbukti. 

    Berdasarkan uji laboratorium, tersangka dipastikan tidak mengkonsumsi narkoba. Sedangkan, berdasarkan pemeriksaan kejiwaan, tersangka tidak mengalami gangguan. 

    "Besar kemungkinan tersangka mengalami gangguan psikis," kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak, Rabu, 28 Januari 2015. Karena itu, kata Musyafak, penyidik akan melibatkan sejumlah ahli dalam proses penyidikan. (Baca juga: Saat Tabrakan di Pondok Indah, Christopher Sedang Tidur

    Tersangka dalam kasus ini adalah Christopher Daniel Sjarief, 23 tahun. Pemuda itu merebut kendali Mitsubishi Outlander yang dikemudikan sopir, Ahmad Sandi Ilah. Selanjutnya, terjadi kecelakaan beruntun yang menewaskan empat orang. (Baca juga: Christopher 'Tabrakan Maut' Pura-pura Warga Asing

    Menurut  Musyafak, dalam pemeriksaan awal, Christopher memiliki kondisi fisik dan psikologis yang mirip dengan pemakai LSD. Misalnya, tekanan darah yang  tinggi, denyut nadi cepat, mual, pusing, dan wajah sayu. "Bisa jadi itu akibat dia mengetahui karena menjadi pelaku tabrakan," ujarnya. (Baca juga: Kalimat Terakhir Christopher Sebelum Tabrakan Maut

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan penyidik memerlukan pendapat dari para ahli agar bisa menyimpulkan pemicu kecelakaan tersebut. Para ahli itu antara lain Sarlito Wirawan (psikolog), Indriyanto Seno Adji (ahli hukum pidana), Ronny Nitibaskara (kriminolog), dan Novi Ariyanti (psikolog).

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita lain:
    Selalu Bilang Next, Ceu Popong Tegur Menteri Anies 
    KPK Rontok, Giliran Yusuf PPATK 'Diteror' DPR  
    'Jokowi, Dengarkan Kesaksian Ratna Mutiara'  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.