Jurus Ahok Tekan Tarif Angkutan: Halus, Mematikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang duduk di dekat poster tarif baru angkutan umum di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, 24 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Penumpang duduk di dekat poster tarif baru angkutan umum di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, 24 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah DKI Jakarta bersama Organda (organisasi angkutan darat) telah sepakat menurunkan tarif angkutan umum sejak pekan lalu. Tapi, hingga kini tarif angkutan belum juga turun, padahal, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah meneken surat keputusan penurunan. ”Memang prakteknya susah sih,” kata Ahok di Balai Kota, Rabu, 28 Januari 2015.

    Bagi masyarakat yang merasa dirugikan, Ahok menyarankan agar mengadu ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. ”Kami sudah keluarkan surat keputusan penurunan. Tapi mau bilang apa?” ujar dia.(Baca: BBM Turun, Organda: Tarif Angkutan Bisa Turun).

    Ahok mengatakan, pihaknya lebih baik menyediakan ribuan bus ketimbang pusing urusan menaikkan atau menurunkan tarif angkutan. Pada tahun ini, kata dia, PT Transjakarta berencana mendatangkan sekitar 100 unit bus. Makanya, kata Ahok,”Saya kan sering bilang, udah kita bikin bus sendiri.”

    Ahok juga menawarkan pengusaha angkutan untuk bergabung di bawah manajemen PT Transjakarta. Menurut dia, jika bergabung akan banyak kemudahan yang diperoleh pengusaha. ”Kami kasih bus yang murah. Busnya bagus, enak, aman, dan murah. Kamu kalau merasa rugi ikut kami, kalau enggak mau ikut, mati sendiri kalian.”

    Adapun Ketua Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan, mengatakan belum menerima surat keputusan penurunan tarif angkutan dari pemerintah. Karenanya, tarif belum turun. Dia mengatakan sudah mengecek tapi suratnya belum ada. Karena belum ada surat, Shafruhan pun enggan menegor pengusaha yang belum menurunkan tariff angkutan. (Baca: Organda: Tarif Angkutan Tak Cuma Ditentukan BBM).

    ERWAN HERMAWAN

    Topik terhangat:
    Budi Gunawan | Bambang Widjojanto | Tabrakan Pondok Indah | AirAsia

    Terpopuler:
    KPK Rontok, Giliran Yusuf PPATK 'Diteror' DPR 
    'Jokowi, Dengarkan Kesaksian Ratna Mutiara' 

    EKSKLUSIF Wawancara Ratna, Saksi Bambang KPK (III)

    Kasihan Jokowi: KPK Habis, Polisi-Jaksa Disetir...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.