Christopher Negatif Narkotik, Ini Dampaknya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christopher Daniel Syarif di Mapolres Jakarta Selatan. harianterbit.com

    Christopher Daniel Syarif di Mapolres Jakarta Selatan. harianterbit.com

    TEMPO.CO , Jakarta: Kriminolog dari Universitas Indonesia, Josias Simon menyatakan keheranannya atas perubahan sikap kepolisian, yang menyatakan Christopher negatif menggunakan narkoba. Padahal dalam penyidikan awal, kata Josias, Christopher disebut positif menggunakan narkoba jenis Lysergic Acid Diethylamide atau LSD. "Kepolisian seperti mencoba mengarahkan insiden ini sebagai kecelakaan murni yang dipicu kelalaian,” ujarnya, kemarin. Dampaknya, tentu pada pasal-pasal yang digunakan untuk menjerat Christopher. (Baca: Narkoba Christopher, Polda dan Polres Beda Hasil)

    Dalam pemeriksaan awal, Christopher mengaku mengkonsumsi LSD bersama Muhammad Ali Riza di sebuah kafe di mal yang berada di Jakarta Selatan. Ali Riza turun dari mobil Mitsubishi Outlander B-1658-PJE miliknya sebelum insiden tersebut terjadi. (Baca: Sebut Christoper Pakai LSD, Ini Alasan Polda)

    Beberapa saat kemudian, Christopher merebut kendali setir dari sopir Ahmad Sandi Illah. Mobil menabrak sepeda motor Honda Beat B-3060-BSN, yang dikemudikan Arifin, 39 tahun. Namun Christopher tetap melajukan kendaraannya. Di dekat halte Transjakarta dekat Markas Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, dia kembali menabrak mobil Avanza B-1318-TPJ yang dikemudikan Rifki Ananta, 35 tahun, dan mobil pikap B-9852-AP yang dikemudikan Ade, 51 tahun.

    Tak hanya dua mobil,  lima sepeda motor ikut diseruduk. Dalam kejadian itu, empat orang pengemudi sepeda motor meninggal, antara lain Mustopa, Mayudin Herman, Wisnu Anggoro, dan Batang Onang.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul membantah adanya kongkalikong dalam penanganan kasus. "Saya pastikan tidak ada dalam kasus ini. Kami profesional melakukan penyelidikan," kata dia.

    Dengan hasil negatif ini, Christopher tidak akan dikenakan pasal narkotika. Dia dijerat oleh Pasal 310 ayat 2 dan 4 juncto Pasal 312 juncto Pasal 311 ayat 2, 3 dan 4 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas. Ancaman hukuman maksimalnya 12 tahun penjara. Adapun hasil tes urine atas Ali Reza, sang pemilik Outlander juga negatif.  (Baca: Ini Kejanggalan dalam Kecelakaan Pondok Indah)

    ARIE FIRDAUS

    Berita Lainnya:



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.