Wagub Djarot Kesal Jakarta Disebut Paling Tak Aman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat memperlihatkan burung peliharaannya kepada sejumlah awak media wartawan di rumah dinasnya di Besakih, Jakarta, 25 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat memperlihatkan burung peliharaannya kepada sejumlah awak media wartawan di rumah dinasnya di Besakih, Jakarta, 25 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, tak terima dengan survei yang menyebutkan Jakarta sebagai kota paling tidak aman sedunia. Menurut Djarot, sangat sulit untuk bisa mewujudkan kota dengan indeks kriminalitas nol persen. "Tunjukan kepada saya, apa ada kota di dunia ini yang bisa mencapai zero crime?" ujar Djarot di Balai Kota, Rabu, 28 Januari 2015.

    Pernyataan Djarot itu menanggapi survei yang dilakukan Economist Intelligence Unit ihwal kualitas keamanan di 50 kota. Dalam survei itu, Jakarta dinobatkan sebagai kota paling tidak aman sedunia, dengan skor 53,71.

    Posisi Jakarta sangat tertinggal jika dibandingkan dengan Tokyo yang mendapatkan predikat kota paling aman dengan skor 85,63. Jakarta merupakan salah satu kota dari negara anggota G20 yang masuk dalam survei tersebut selain Riyadh.

    Contoh betapa tak amannya Jakarta, misalnya, dialami Faza Candikya Dhanadi, pelajar, yang ditusuk di Metro Mini karena tak mau menyerahkan ponselnya kepada penodong bulan Desember lalu. Bahkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama pernah menjadi korban (lihat: Cerita Ahok Saat Kaca Spionnya Dicoleng)

    Tapi, senada dengan Djarot, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto menampik hasil survei tersebut. Menurut dia, Jakarta masih tergolong aman. "Kalau dibilang tak aman juga tidak juga. Kalian (wartawan) jalan tengah malam juga masih aman," ujarnya.

    Heru mencontohkan dari tiga kali operasi preman yang digelar Polda Metro, hasilnya menunjukkan peningkatan. "Operasi pertama kami hanya mengamankan 400-an preman, operasi kedua kami menangkap 600-an preman, dan operasi terakhir terjaring 840-an preman," tuturnya.

    Namun sejak tanggal 31 Desember hingga 27 Januari kejahatan dengan menggunakan senjata tajam dan api, Heru mengimbuhkan, terjadi peningkatan. "Ada 10 kejadian, namun 7 kejahatan sudah kami ungkap," ujarnya.

    Polda Metro, kata Heru, saat ini tengah melakukan peningkatan pengamanan bagi masyarakat. "Kami tetap konsisten untuk memberikan perlindungan dan memberikan rasa aman bagi masayarakat," katanya. Heru optimistis dengan adanya kerja sama dengan pemerintah, maka tingkat kejahatan di Ibu Kota bisa ditekan.

    GANGSAR PARIKESIT

    Topik terhangat:

    Budi Gunawan | Bambang Widjojanto | Tabrakan Pondok Indah | AirAsia

    Berita terpopuler lainnya:
    Ahok, Hadis Nabi Muhammad, dan Ajaran Konfusius
    Kisah Wanita Indonesia yang Terdampar di Chechnya 
    KPK Vs Polri: Inilah Pasukan Kuning 'Penjaga' KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.