Alasan Ahok Bolehkan Mobil Pribadi Lewat Busway  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) turun dari Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) jururan Pluit-Monas di halte TransJakarta Balaikota, Jakarta, Jumat (7/2).  TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) turun dari Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) jururan Pluit-Monas di halte TransJakarta Balaikota, Jakarta, Jumat (7/2). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berpikir untuk memanfaatkan jalur Transjakarta guna menambah pundi-pundi kas daerah. Caranya dengan membiarkan kendaraan pribadi masuk ke jalur tersebut tapi bayar.

    Menurut Ahok, pendapatan retribusi dari pengendara pribadi masuk jalur Transjakarta bakal digunakan Ahok untuk membeli bus tingkat. Bus itu akan difungsikan secara gratis. “Tujuannya agar bus semakin banyak,” kata Ahok, Kamis, 29 Januari 2015. (Baca juga: Ahok: Mobil Mewah Boleh Lewat Jalur Busway Asal)

    Ahok mengatakan mobil pribadi yang ingin melewati jalur Transjakarta harus membayar dengan e-money. Jika mobil pribadi masuk ke jalur Transjakarta, e-money pengguna akan dipotong Rp 50 ribu.

    Jika volume kendaraan pribadi yang memakai jalur Transjakarta meningkat, Ahok akan menaikkan tarifnya. "Kalau kamu kira-kira mau gaya, mau nyolong jalur, boleh (bayar) Rp 200 ribu, masih kaya juga naikkan lagi Rp 500 ribu," ujar Ahok.

    Ahok mendapat ide tersebut dari keluhan temannya. Teman Ahok marah karena punya mobil mewah tapi tidak bisa mengakses jalur Transjakarta.

    ERWAN HERMAWAN

    Berita lain:
    Jika Lantik BG, Denny Indrayana: Jokowi Blunder

    Terdampar di Chechnya, Wanita Ini Ditolak Jadi WNI

    Gaya Komunikasi Jokowi Bikin Bingung  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.