Polisi: Pelaku Tabrakan Maut Tak Bakal Lolos

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan dibantu Diklantas Polda Metro Jaya melakukan rekonstruksi kecelakaan maut di Jalan Sultan Iskandar Muda, Pondok Indah, Jakarta, 22 Januari 2015. Tempo/Aditia noviansyah

    Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan dibantu Diklantas Polda Metro Jaya melakukan rekonstruksi kecelakaan maut di Jalan Sultan Iskandar Muda, Pondok Indah, Jakarta, 22 Januari 2015. Tempo/Aditia noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus kecelakaan maut, Christopher Daniel Sjarief, 23 tahun, tak terbukti menggunakan narkoba. Meski demikian, polisi memastikan Christopher tak bakal lolos dari jerat hukum. (Baca: Kegiatan Christopher dan Ali Sebelum Tabrakan)

    Menurut Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat, Christopher tetap dijerat pasal berlapis dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, meski tak terbukti menggunakan narkoba. "Kasus kecelakaannya tidak gugur, tersangka tetap dikenai UU Lalu Lintas dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara," kata Wahyu kepada Tempo, Kamis, 29 Januari 2015. (Baca: Positif LSD, Christopher Disorientasi Ruang Waktu)

    Hasil tes urine dan darah Christopher yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pusat Laboratorium Forensik Polri menyatakan Christopher negatif menggunakan narkoba jenis lysergic acid diethylamide (LSD). "Karena hasilnya negatif, jadi kami tidak kenakan UU Narkotika," ujar Wahyu. (Baca: Kalimat Terakhir Christopher Sebelum Tabrakan Maut)

    Wahyu menjelaskan, dugaan Christopher menggunakan LSD muncul berdasarkan pengakuan mahasiswa tersebut. "Tapi tesnya menyatakan negatif. Kami tidak bisa menjerat tanpa alat bukti," katanya.

    Kecelakaan yang terjadi pada 20 Januari 2015 itu berawal ketika Christopher bertemu dengan temannya, Muhammad Ali Riza, di Pacific Place, Jakarta Selatan. Kemudian, mereka meninggalkan tempat itu ke arah Pondok Indah dengan menumpang Mitsubishi Outlander B-1658-PJE. Di tengah perjalanan, Muhammad Ali memutuskan turun dari mobil dan melanjutkan perjalanan dengan taksi.

    Christopher, yang ditemani pengemudi Ahmad Sandi Illah, tetap di dalam mobil menuju Pondok Indah. Selepas terowongan Pondok Indah, Christopher merebut kemudi dari Ahmad Sandi, yang turun mengambil ponsel yang dibuang Christopher.

    Setelah menguasai kemudi, Christopher menginjak gas dalam-dalam. Ia lantas menabrak sepeda motor Honda Beat B-3060-BSN, yang dikemudikan Arifin, 39 tahun.

    Bukan berhenti, Christopher malah memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi dan menabrak mobil Avanza B-1318-TPJ yang dikemudikan Rifki Ananta, 35 tahun. Christopher juga menabrak mobil pikap B-9852-AP yang dikemudikan Ade, 51 tahun, di depan Perumahan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.

    Tak hanya dua mobil itu, lima sepeda motor lain diseruduk. Dalam kejadian itu, empat pengemudi sepeda motor meninggal, yakni Mustopa, Mayudin Herman, Wisnu Anggoro, dan seorang polisi, Batang Onang.

    AFRILIA SURYANIS

    Terpopuler
    Sindir Jokowi, NasDem: Kalau Bisa Diintervensi, Jangan Jadi Presiden 
    Diminta Mundur Tim Jokowi, Budi Gunawan Bereaksi

    Pengamat Forensik: Hasil Tes Christopher Janggal

    Kenapa Surya Paloh Ngotot Budi Gunawan Dilantik?



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.