'Mobil Mewah di Jalur Busway, Ahok Langgar Hukum'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil mewah Porsche menerobos jalur Transjakarta. Masukbusway.com/@dennysakrie

    Mobil mewah Porsche menerobos jalur Transjakarta. Masukbusway.com/@dennysakrie

    TEMPO.CO , Jakarta:Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengusulkan agar mobil mewah boleh menggunakan jalur TransJakarta. Namun dia akan menarik pungutan pada setiap mobil mewah yang masuk ke jalur TransJakarta.

    Menurut pengamat transportasi dari Universitas Indonesia, Ellen Tangkudung, usulan Ahok ini melanggar hukum. "Jika Ahok cari uang dengan cara ini, akan melanggar undang-undang angkutan umum," kata dia saat dihubungi Tempo, Jumat, 30 Januari 2015.

    Menurut dia, penggunaan jalur Transjakarta sudah diatur dalam UU no 22 tahun 2009 soal angkutan umum. Dalam undang-undang ini, dijelaskan bahwa jalur Transjakarta hanya diperuntukkan bagi angkutan massal saja, yaitu Transjakarta.

    Selain itu, Ellen tak melihat cara ini sebagai cara yang efektif mengoptimalkan pengadaan transportasi publik untuk masyarakat DKI Jakarta. Dia mengatakan, Ahok sebaiknya memfokuskan pada perencanaan Electronic Road Pricing (ERP). "Penerapan ERP sudah cukup untuk menambah pundi-pundi pemerintah daerah membeli bus tingkat idaman mereka," kata dia.

    Menurut dia, ERP dapat menghasilkan uang banyak bagi pemda DKI asal dijalankan dengan benar. Selain itu, pemda juga harus mempunyai database yang benar soal kondisi jalan dan kendaraan yang lalu-lalang. Setelah ERP dapat dijalankan dengan baik, pemda dapat memperluas kawasan ERP. "Dengan begitu, semakin banyak uang yang masuk nantinya," kata dia.

    Dia juga mengatakan agar Ahok ingat bahwa idaman warga pengguna Transjakarta adalah mudah mendapat kendaraan umum terutama pada jam sibuk. Jika jalur Transjakarta digunakan oleh kendaraan pribadi, tentu hal tersebut tak akan terwujud. "Ahok harus lebih berpikir panjang ketimbang mencari cara yang praktis saja," kata dia.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA

    Terpopuler
    Gara-gara Ini, Akbar Tandjung Tinggalkan Ical
    Politikus PDIP Sebut Ada 3 Brutus di Ring-1 Jokowi

    Koalisi Merah Putih Prabowo Siap Dukung Jokowi 

    Dekati Prabowo, Jurus Politik Jokowi Tepuk 2 Lalat 

    KPK vs Polri: Geger Bila Jokowi Jauhi Koalisi Mega


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.