Alasan Konter Tiket di Soekarno-Hatta Dihapus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pemudik pada arus balik di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, 3 Agustus 2014. Lebih dari 40.839 penumpang telah tiba di Bandara Soekarno Hatta dari berbagai daerah pada arus balik h+5 lebaran. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Suasana pemudik pada arus balik di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, 3 Agustus 2014. Lebih dari 40.839 penumpang telah tiba di Bandara Soekarno Hatta dari berbagai daerah pada arus balik h+5 lebaran. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - PT Angkasa Pura menutup semua konter tiket di kawasan Bandara Soekarno-Hatta mulai 15 Februari 2015.

    Manajer Humas dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta Yudis Tiawan mengatakan calon penumpang pesawat diminta membeli tiket secara online. "Silakan membeli tiket secara online atau tempat pembelian tiket terdekat di luar kawasan bandara," ujar Yudis, Ahad, 1 Februari 2015.

    Yudis menuturkan, selama ini, pembelian tiket pesawat di terminal Bandara Soetta memicu maraknya praktek percaloan. Para calo sudah sering kali ditertibkan, ditangkap, bahkan dikenai tindak pidana ringan. "Tapi mereka enggak pernah kapok, selalu ada lagi, ada lagi," katanya. Penghapusan konter tiket ini, ujar Yudis, juga bagian dari penataan Bandara Soetta.

    Selama ini, Angkasa Pura membersihkan Bandara Soetta dari calo dengan cara mencocokkan nama pada boarding pass dengan identitas calon penumpang seperti kartu tanda penduduk ataupun paspor. "Cara ini juga sangat efektif," tuturnya. (Baca: Pembelian Tiket Pesawat di Soekarno-Hatta Dihapus)

    JONIANSYAH



    Berita Lainnya:
    Bandung, Kota Terfavorit Turis di Indonesia
    Disebut Bakal Gantikan BG, Ini Kata Budi Waseso
    Budi Waseso Pantang Mundur Bidik Abraham Samad
    Calon Kapolri Baru, Ini Sinyal Jokowi ke Kompolnas
    KPK vs Polri: 3 Momen Kedekatan Jokowi dan Mega


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.