Jabodetabek Memasuki Puncak Musim Hujan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Bogor - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga, Bogor, memprediksi wilayah Bogor, Puncak, Cianjur, dan Sukabumi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dalam kurun waktu sepekan mendatang. 

    "Karena memasuki puncak musim hujan," kata Kepala Stasiun Klimatologi Dramaga, Dedi Sucahyono, Minggu 1 Februari 2015.

    Dia menjelaskan, berdasarkan pantauan citra satlit cuaca milik BMKG, akan terjadi angin dari barat pada periode musim hujan kali ini. Dampaknya, pagi hingga siang hari akan terasa panas karena posisi matahari berada di selatan ekuator dan menuju atas Pulau Jawa. "Akan tetapi, pada siang hari hingga sore bahkan malam, akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," tutur Dedi.

    Dengan kondisi tersebut, akan ada pemanasan sehingga terjadi konveksi, sehingga mudah terbentuk awan-awan yang berpotensi hujan. "Peluang hujan sedang hingga lebat yang disertai petir akan terjadi di Bogor."

    Beberapa wilayah di Bogor yang akan dilanda hujan deras antara lain Cisarua, Megamendung, Cileungsi, Ciawi, Ciomas, Kota Bogor, dan Babakamadang. Di beberapa wilayah lain, yakni Cibinong, Sukaraja, dan Citeureup, hujan turun berskala ringan. 

    "Kami mengimbau agar masyarakat yang tinggal di wilayah aliran sungai untuk waspada banjir. Sedangkan yang tinggal di wilayah pegunungan dan perbukitan untuk waspada tanah longsor," kata Dedi. (Baca: Warga Jakarta Diminta Waspadai Hujan pada Malam Hari)

    M. SIDIK PERMANA

    Berita Lainnya:
    ISIS Unggah Video Pemenggalan Jurnalis Jepang
    Yordania Siap Tukar Tahanan dengan Sandera ISIS
    Ethiopia Diminta Buka Kedutaan Besar di Indonesia
    Pembelian Tiket Pesawat di Soekarno-Hatta Dihapus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.