Konter Tiket Pesawat Dihapus, Ini Usulan Tangerang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pemudik memadati Terminal 1 B Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu 26 Juli 2014. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Ratusan pemudik memadati Terminal 1 B Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu 26 Juli 2014. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Tangerang-Pemerintah Kota Tangerang mendukung rencana penghapusan konter tiket pesawat di kawasan Bandara Soekarno-Hatta per 15 Februari mendatang. Bahkan, Kota Tangerang menawarkan tempat khusus penjualan tiket pesawat di terminal terpadu Poris Plawad yang nantinya akan menjadi satu kawasan dengan stasiun kereta api Batu Ceper-Bandara.

    " Lahan masih tersedia luas, bisa memfasilitasi semua maskapai penerbangan,"ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Tangerang Said Endra Wiyanto kepada Tempo, Senin 2 Februari 2015. (Baca:Pembelian Tiket Pesawat di Soekarno-Hatta Dihapus)

    Tawaran ini, kata Said, bukan sekedar basa basi. Menurutnya, dengan konsep terminal terpadu, kawasan Tanah Tinggi akan didukung dengan stasiun kereta, terminal bus antarkota antarprovinsi, angkutan bus dalam kota, terminal angkutan umum, pusat perbelanjaan, restoran, pusat bisnis, ruang terbuka hijau, dan park and ride.

    "Jika pemesanan atau penjualan tiket bisa dilakukan di sini juga, tentunya ini juga akan membantu penataan kawasan bandara dan masyarakat juga,"katanya.
    Sehingga, kata Said, ke depannya proses check in counter bandara bisa juga sekalian dilakukan di stasiun Batu Ceper." Sampai bandara, penumpang pesawat tinggal naik pesawat,"katanya.

    Di Tanah Tinggi, kata Said, lahan milik Pemerintah Kota Tangerang masih tersedia cukup luas untuk membangun sejumlah fasilitas pendukung lainnya." Kalau untuk tempat penjualan tiket pesawat masih tersedia," katanya.

    Said optimis, tawaran dan rencana itu akan dapat terealiasi jika mendapat dukungan dari semua pihak seperti Kementerian Perhubungan, maskapai penerbangan dan pengelola bandara Soekarno-Hatta.

    Pembangunan terminal terpadu Poris Plawad yang sedang berlangsung, menurut Said, merupakan salah satu bentuk dukungan dari semua dalam menopang aksesibilitas menuju Bandara Soekarno-Hatta. (Baca:Alasan Konter Tiket di Soekarno-Hatta Dihapus)

    Konsep pembangunan Terminal Terpadu Tanah Tinggi, menurut Said, didasarkan pada kebutuhan sarana transportasi yang mudah, terjangkau, dan efektif dalam mengatasi kemacetan lalu lintas yang kian hari kian parah.

    Terminal ini, kata dia, nantinya akan dilengkapi dengan stasiun kereta, terminal bus antarkota antarprovinsi, angkutan bus dalam kota, terminal angkutan umum, pusat perbelanjaan, restoran, pusat bisnis, ruang terbuka hijau, dan park and ride.

    Pembangunan terminal terpadu terdiri atas tiga tahap. Tahap pertama adalah pembangunan terminal yang akan dilakukan sendiri oleh Pemerintah Kota Tangerang dengan biaya dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. Tahap kedua adalah pembangunan stasiun kereta api yang akan dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia dan penataan terminal meliputi pembangunan jembatan penghubung antara terminal dan stasiun." Semua tahap itu sedang berjalan,"kata Said.

    JONIANSYAH

    Baca juga:
    Taman Merokok dan Taman Anak di Soekarno-Hatta
    WN Cina Diperkosa di Bandara,Tersangka Tak Ditahan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.