Fitriani, Korban Tewas Bus Polisi, Dikenal Ramah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerabat menunjukkan foto Layla Fitriani Ahmad (15), di kediamannya di Jakarta, 3 Februari 2015. Saat kejadian, Layla yang diboncengi ayahnya dengan sepeda motor, tiba-tiba terserempet iring-iringan bus polisi yang mengawal sidang Praperadilan Komjen Budi Gunawan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Kerabat menunjukkan foto Layla Fitriani Ahmad (15), di kediamannya di Jakarta, 3 Februari 2015. Saat kejadian, Layla yang diboncengi ayahnya dengan sepeda motor, tiba-tiba terserempet iring-iringan bus polisi yang mengawal sidang Praperadilan Komjen Budi Gunawan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.COJakarta - Suasana duka menyelimuti rumah Ahmad Guntur, 53 tahun, korban tabrak lari bus polisi di terowongan Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bendera kuning terpampang di depan Jalan Haji Salim 1 Nomor 3A, Radio Dalam, itu.

    Duka itu dialami keluarga guntur karena putrinya, Layla Fitriani Ahmad, 15 tahun, tewas dalam kecelakaan yang sama. Rumah berwarna merah muda itu pun ramai dipenuhi oleh keluarga, teman, dan tetangga korban.

    Teman baik Layla saat di Sekolah Menengah Pertama 240 Kebayoran Baru, Garini Gatra, 15 tahun, mengatakan tidak menyangka akan kehilangan temannya itu. "Saya tahu dari pesan BlackBerry teman," katanya sambil menangis di rumah duka, Senin, 2 Februari 2015. 

    Menurut Garini, Layla merupakan pribadi yang baik dan ceria. "Layla juga baru ulang tahun tanggal 29 Januari kemarin, aku dan teman ngasih dia kado," katanya. (Baca: 'Polisi Masa Gitu', Tabrak Anak Tak Tanggung Jawab)

    Tetangga dan teman SMP Layla, Lia Meilinda, 15 tahun, juga mengatakan dirinya baru berjumpa dengan almarhumah kemarin, Ahad, 1 Februari 2015. Layla, kata dia, saat itu sedang lewat di depan rumahnya. "Malam itu, Layla juga sempat ganti foto di BlackBerry Messenger," ujarnya. (Baca: Tabrak Fitriani hingga Tewas, Bus Polisi Itu Kabur)

    Guntur mengatakan putri tercintanya itu akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kamboja, Radio Dalam, sekitar pukul 11.00. "Putri saya akan disalatkan di Masjid Annur," katanya.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.