Cara Ahok Tangkal Demam Berdarah di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta menyatakan siap menghadapi masalah penyakit yang timbul saat curah hujan tinggi pada awal Februari ini. Kesiapan itu termasuk menangkal penyakit demam berdarah dengue. "Khusus demam berdarah, kami yakin angkanya menurun," kata Ahok di Balai Kota, Selasa, 3 Februari 2015.

    Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengumumkan puncak musim hujan 2015 jatuh pada awal Februari. Di puncak musim, hujan akan turun terus-menerus tanpa jeda.

    Di Jakarta, Ahok menjelaskan, fenomena angka penyakit demam berdarah dengue biasanya berkurang pada musim hujan. Angka DBD justru meningkat pada musim kemarau lantaran banyaknya genangan air. Saat hujan, jentik nyamuk yang ada di genangan terbawa aliran air hingga ke laut.

    Ahok memaparkan jumlah penderita demam berdarah dengue pada 2014 mencapai sekitar 120 orang. Adapun jumlah penderita pada Januari 2015 telah mencapai 84 orang. Menurut dia,  jumlah tersebut masih bisa ditangani oleh rumah sakit umum daerah di Jakarta.

    Selain demam berdarah, Ahok menuturkan, penyakit lain yang harus diwaspadai adalah infeksi saluran pernapasan atas, diare, chikungunya, dan leptospirosis. Ia mengatakan obat-obatan bagi keempat penyakit tersebut sudah didistribusikan ke semua puskesmas tingkat kecamatan. "Stoknya aman," ujar Ahok.

    LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.