Sebentar Lagi, Naik KRL Bisa Pakai Gelang dan HP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengguna jasa KRL melakukan uji coba E-Gate (gerbang elektronik) dan E-Ticket (tiket elektronik) untuk KRL commuter line di Stasiun Duri, Jakarta Barat. (09/04). TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH

    Seorang pengguna jasa KRL melakukan uji coba E-Gate (gerbang elektronik) dan E-Ticket (tiket elektronik) untuk KRL commuter line di Stasiun Duri, Jakarta Barat. (09/04). TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH

    TEMPO.CO , Jakarta: PT KAI Commuter Jabodetabek menggandeng perusahaan teknologi asal Jepang, Sony Corporation mengembangkan teknologi tiket elektronik atau e-ticketing jenis baru.

    Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek, Tri Handoyo mengatakan  dengan teknologi ini,  pengguna KRL bisa mengakses gate tiket elektronik dengan menggunakan gelang khusus dan ponsel.

    "Kemungkinan semester dua akan terealisasi," kata Tri Handoyo, Selasa 3 Februari 2015.

    Tri Handoyo menjelaskan, ada chip yang terintegrasi dengan telepon seluler sehingga memungkinkan penggunaannya untuk mengakses layanan KRL.  Untuk mewujudkan ide ini, KCJ sudah bekerjasama dengan Indosat.

    Namun, Tri Handoyo melanjutkan, pelanggan tak perlu membeli kartu dengan nomor baru. "Hanya menukar chip lama dengan chip baru yang disematkan teknologi Sony FeliCa, tak akan mengganti nomor," kata dia. Dalam chip tersebut sudah ada pengaturan untuk dua pulsa, pulsa untuk berkomunikasi dan pulsa khusus untuk tiketing.

    Kartu, gelang maupun telepon seluler yang disematkan chip ini digunakan dengan cara ditap ke mesin.  "Tak ada hal yang berbeda, hanya saja sekarang bentuknya bukan kartu, ada yang gelang, ada yang di HP," kata Tri.

    DINI PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.