Ini Daerah Rawan Begal di Depok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meme yang menampilkan percakapan dua orang karena adanya keresahan masyarakat terkait banyaknya aksi begal di Depok.  Twitter.com

    Meme yang menampilkan percakapan dua orang karena adanya keresahan masyarakat terkait banyaknya aksi begal di Depok. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta: Kepolisian Resor Kota Depok bakal meningkatkan patroli di jam sepi yakni dari pukul 00.00 hingga 05.00 dinihari untuk mengantisipasi pembegalan sepeda motor.

    Kepala Polresta Depok Komisaris Besar Ahmad Subarkah mengatakan peningkatan patroli itu juga dibantu dengan penempatan polisi berpakaian sipil di beberapa daerah rawan. "Jadi di jam-jam ramai atau tidak rawan, anggota berseragam yang kami siagakan," kata Subarkah di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 3 Februari 2015.

    Subarkah menjelaskan, begal atau tindak pencurian dengan kekerasan rawan terjadi di Jalan Juanda, Margonda, sekitar jalan tol Iskandar Siliwangi, dan flyover Universitas Indonesia. "Diimbau kepada masyarakat yang pulang kerja dan berkendara pukul 00.00-05.00 untuk berhati-hati dan tidak berhenti jika melintas di daerah tersebut," ujarnya. Kemudian, jika merasa kendaraannya diikuti oleh kendaraan lain yang tidak dikenal, untuk berhenti di tempat ramai atau yang ada petugas kepolisian.

    Menurut dia, selama 2013-2014 tindak kejahatan yang terjadi di Depok, kuantitasnya menurun. "Sekarang juga sebenarnya belum bisa dibilang meningkat. Ini karena segera terungkap, ada lima pelaku yang kami tangkap," ujar dia.

    Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Unggung Cahyono meningkatkan patroli anggotanya hingga pukul 03.00 dinihari, untuk menyasar kejahatan konvensional seperti begal, pencurian dengan senjata api, dan senjata tajam.

    "Polda Metro tidak tinggal diam. Kami gelar ini adalah bentuk kepedulian menciptakan rasa aman," kata Unggung di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 3 Februari 2015.

    AFRILIA SURYANIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.