10 Resep Ahok Obati Macet Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO , Jakarta: Hasil penelitian lalu lintas yang dilakukan oleh produsen oli Castrol menyatakan Jakarta sebagai kota termacet di dunia. Menurut indeks Stop-Start Magnatec Castrol, rata-rata terdapat 33.240 kali proses berhenti-jalan per tahun di Jakarta. Jika dibandingkan dengan kota lain, indeks stop-start di Jakarta menempati urutan pertama.

    Indeks ini mengacu terhadap data navigasi pengguna Tom Tom, mesin GPS, untuk menghitung jumlah berhenti dan jalan yang dibuat setiap kilometer. Jumlah tersebut lalu dikalikan dengan jarak rata-rata yang ditempuh setiap tahunnya di 78 negara.

    Berikut ini beberapa upaya Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk mengatasi kemacetan:

    Sudah Berjalan

    - Transjakarta
    Beroperasi sejak 15 januari 2004. Hingga tahun 2014 jumlah koridor yang dilayani bus Transjakarta telah sebanyak 12 Koridor. Transjakata dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) yang diawasi oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

    - Jalan Layang Non Tol Casablanca-Tanah Abang
    Jalan layang nontol ini diresmikan oleh Gubernur Joko Widodo dan aktif digunakan sejak 30 Desember 2013. Proyek ini bernilai Rp 737 miliar. Dibangun untuk tahan gempa di kisaran 8-9 skala richter. Jalan layang nontol ini berada 12 meter di atas tanah dengan panjang lajur 2.700 meter. Dibangun oleh PT Istaka Karya, PT Adhi Karya, dan PT Wijaya Karya.

    - 3 in 1
    Program pembatasan jumlah penumpang dalam sebuah kendaraan. Setiap kendaraan wajib berisi minimal 3 orang untuk dapat melalui kawasan ini. Berlaku di jalan protokol ibukota seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, dan Jalan Gatot Subroto. Program ini berlaku pada pukul 07.00-10.00 dan 16.30-19.00 pada hari Senin hingga Jumat.

    - Pelarangan Sepeda Motor di Jalan Protokol
    Program pembatasan bagi kendaraan roda dua atau sepeda motor di Jalan M.H Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Berlaku sejak 17 Desember 2014.



    Akan Dilakukan

    - Pembangunan 6 Ruas Jalan Tol dalam Kota
    Proyek pembangunan 6 ruas tol baru dengan panjang jalan 69,77 kilometer. Direncanakan dibangun terhitung sejak 2013 hingga 2022. Pembagian terdiri dari Ruas Semanan-Sunter-Pulo Gebang, ruas Duri Pulo-Kampung Melayu-Kemayoran, ruas Ulujami-Tanah Abang, dan ruas Pasar Minggu-Casablanca. Nilai investasi pembangunan diperkirakan sebesar Rp 40 triliun.

    - Pembangunan Mass Rapid Transit
    Pembangunan transportasi massa berbasis rel yang mampu mengangkut 412 ribu penumpang per hari. Nilai investasi pembangunan sebesar Rp 17 triliun. Pendanaan berasal dari APBN, APBD dan sebanyak Rp 14 triliun berasal dari pinjaman JICA. Dibangun mulai dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia dengan panjang rute 15,5 kilometer. Direncanakan dibangun tahap ke dua dengan rute Bundaran HI-Kampung Bandan. Target selesai pada awal 2020.

    - Pembangunan Light Rail Transit
    Pembangunan transportasi massal berbasis rel namun berdaya angkut lebih kecil dari MRT. Anggaran pembangunan diperkiranan sebesar Rp 200 miliar. Direncanakan dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2015 namun ditolak DPRD. Ahok berencana menggandeng pihak pengembang swasta untuk membangun transportasi ini.

    - Jalan Layang Ciledug-Tendean
    Jalan layang diperuntukkan untuk bus Transjakarta koridor 13 dengan rute Ciledug-Blok M. Pembangunan akan dilakukan tahun 2015 hingga 2016. Anggaran dipersiapkan sebesar Rp 2,5 triliun. Jalan layang ini akan dibangun dengan panjang jalan 9,4 kilometer, dengan tinggi 12 meter diatas tanah dan memiliki lebar 20 meter.

    - Electronic Road Pricing
    Rencana sistem jalan berbayar, sebagai upaya pembatasan kendaraan dan mengurangi kemacetan. Direncanakan diterapkan di Jalan Jenderal Sudirman. Program ini direncanakan diuji coba pada Juli 2014.

    Program yang mangkrak
    - Monorel
    Sebuah transportasi massal berbasis rel tunggal. Dibangun mulai tahun 2004 dan berhenti tahun 2008, dengan alasan pendanaan. Sempat dilanjutkan di era Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta, namun hingga awal 2015 pembangunan tidak berjalan.
    Program ini bernilai investasi sebesar Rp 12 triliun

    MAYANAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.