Tak Ada Toilet, Pasar Induk Kramat Jati Bau Pesing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang anak menutup hidungnya saat melintas di depan sampah yang menggunung di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu 7 Januari 2015. Lebih dari dua minggu sampah tersebut tidak diangkut oleh pihak kebersihan di pasar Induk Keramat Jati sehingga menyebabkan bau tak sedap dan ketidaknyamanan para pedagang dan pembeli. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Dua orang anak menutup hidungnya saat melintas di depan sampah yang menggunung di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu 7 Januari 2015. Lebih dari dua minggu sampah tersebut tidak diangkut oleh pihak kebersihan di pasar Induk Keramat Jati sehingga menyebabkan bau tak sedap dan ketidaknyamanan para pedagang dan pembeli. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.COJakarta -  Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memerintahkan Kepala Pasar Induk Kramat Jati, M. Salam menyediakan toilet portabel untuk sopir sayur dan buah. Menurut dia, toilet portabel akan memudahkan sopir truk ketika ingin buang air kecil. "Saya pernah ke sini saat Subuh, dan banyak sopir truk yang pipis di ban truk," ujarnya di Pasar Induk Kramat Jati, Rabu, 4 Februari 2015.

    Menurut dia, sulit mewujudkan Pasar Induk Kramat Jati menjadi pasar wisata jika pengelola belum bisa memfasilitasi sarana kebersihan untuk sopir truk. "Pasar wisata enggak boleh pesing," ujarnya.

    Hari ini, Djarot blusukan ke Pasar Induk Kramat Jati. Dalam blusukan-nya, Djarot ditemui Direktur Usaha dan Pengembangan PD Pasar Jaya Ivo Edwin Arianto dan Kepala Pasar Induk Kramat Jati M. Salam. Djarot sempat keliling Pasar Kramat Jati dan berinteraksi dengan pedagang. Adapun toilet portabel, tutur Djarot, bisa dioperasikan pukul 04.00-08.00 WIB.

    Menurut Kepala Pasar Kramat Jati M. Salam, jumlah kamar mandi untuk sopir truk masih kurang. Dia mengatakan akan segera meminjam toilet portabel sebanyak dua unit. "Rencananya, kami akan letakkan toilet tersebut di daerah parkiran," ujarnya.

    Djarot  sempat kagum dengan kebersihan kamar mandi di Pasar Kramat Jati. Namun raut wajahnya berubah ketika mengetahui hampir seluruh dinding kamar mandi penuh dengan coretan. "Mereka yang iseng itu, corat-coret tembok, biasanya sedang patah hati, galau," tuturnya.

    Djarot yang melihat banyak coretan ditembok lalu membalikkan badan pada salah satu penjaga kebersihan di kamar mandi itu. Dia pun menasihati penjaga itu "Supaya enggak ditulisi, kamu tutup pakai kertas kado, biar bagus," katanya.

    Penjaga kamar mandi pun hanya menganggukkan kepalanya, mengiyakan perintah Djarot itu. 

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.