Brajamusti dan Batu Bergambar Ratu Kidul di Bekasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung melihat cincin batu akik yang dijual di sebuah lapak di Pasar Loak Jembatan Hitam di Jalan Jatinegara Timur I, Jakarta, Kamis (27/12). Tidak hanya menjajakan barang elektronik bekas, banyak pedagang di pasar loak ini yang menjual alat-alat rumah tangga dan aksesoris. TEMPO/Subekti

    Seorang pengunjung melihat cincin batu akik yang dijual di sebuah lapak di Pasar Loak Jembatan Hitam di Jalan Jatinegara Timur I, Jakarta, Kamis (27/12). Tidak hanya menjajakan barang elektronik bekas, banyak pedagang di pasar loak ini yang menjual alat-alat rumah tangga dan aksesoris. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi membuka pameran batu mulia di pusat perbelanjaan Bekasi Junction, Bekasi Timur, Kamis, 5 Februari 2015. Ribuan batu mulia dari berbagai daerah di nusantara dipamerkan dalam even tersebut.

    "Kami sangat mendukung pameran ini, mengenalkan batu asli Indonesia kepada masyarakat," kata Rahmat di sela acara, Kamis, 5 Februari 2015. Rahmat mengaku juga sebagai penggemar batu mulia asli Indonesia. Bahkan ia mengkoleksi 75 batu dari berbagai daerah.

    "Dari Bekasi sebenarnya ada, orang dulu menamakan batu Brajamusti dari Kali Bekasi," kata Rahmat. Namun, seiring berjalannya waktu atau perubahan Kali Bekasi, masyarakat sudah tak mencari batu lagi tersebut lantaran arus semakin deras.

    Rahmat menuturkan, pameran itu dapat menumbuhkan perekonomian di wilayah setempat. Sebab, sejumlah pengrajin mulai bermunculan untuk dan membuat ekonomi kreatif. Dalam pemeran itu sedikitnya 100 tenan didirikan, harga batu mulai puluhan ribu hingga puluhan juta rupiah.

    Seorang pemilik tenan, Muhammad Iqbal, mengatakan, ia memperkenalkan batu agate jasper asal Cianjur. Dua koleksi batu milik padepokannya akan dilelang masing-masing mulai Rp 500 juta. "Karena memiliki ciri khas sendiri," kata dia.

    Yang membuat mahal, ujar dia, batu itu memiliki gambar yang muncul secara alami. Dalam gambar yang ditunjukkan ke Tempo, batu itu bergambar Nyi Roro Kidul, dan dua makhlus halus. "Ini aset kami yang akan dilelang," ujar Iqbal.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.