Djarot: Betapa Borosnya DKI pada Masa Lalu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat melihat seekor ayam saat mengunjungi lokasi penampungan dan pemotongan ayam di wilayah Pisangan, Jakarta Timur, Selasa 20 Januari 2015. Kunjungan tersebut untuk melihat bentuk rumah potong ayam yang berada di tengah pemukiman warga dan wagub berencana membangun pasar induk ayam yang mampu menampung 1 juta ekor ayam per hari di Jakarta Timur. TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat melihat seekor ayam saat mengunjungi lokasi penampungan dan pemotongan ayam di wilayah Pisangan, Jakarta Timur, Selasa 20 Januari 2015. Kunjungan tersebut untuk melihat bentuk rumah potong ayam yang berada di tengah pemukiman warga dan wagub berencana membangun pasar induk ayam yang mampu menampung 1 juta ekor ayam per hari di Jakarta Timur. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat geram saat melihat pusat jajanan serba ada (pujasera) di dermaga Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, terbengkalai.

    Menurut dia, rusaknya pujasera itu menunjukkan kesalahan pemerintah pada masa lalu.

    "Ini bukti betapa borosnya DKI pada masa lampau," ujarnya di Pulau Untung Jawa, Jumat, 6 Februari 2015.

    Dia menuturkan tak digunakannya pujasera itu merupakan salah satu bukti konkret tak memiliki konsep matang saat pembangunan. "Berapa uang yang telah digelontorkan dan sekarang rusak, sia-sia," kata mantan Wali Kota Blitar itu. 

    Hari ini, Jumat, 6 Februari 2015, Djarot blusukan ke Pulau Untung Jawa. Dalam kunjungannya, dia ditemani Bupati Kepulauan Seribu Tri Djoko Sri Margiyanto, Kepala Suku Dinas Perhubungan Kepulauan Seribu Marihot, dan Lurah Pulau Untung Jawa Badri.

    Menurut pantauan Tempo, cat kuning yang mendominasi warna dinding pujasera itu sudah mulai mengelupas. Di sisi pujasera, masih tampak bekas pondasi yang tak digunakan. Kondisi atap pujasera pun tampak berlubang. Selain itu, pujasera yang terdiri atas beberapa bangunan kecil yang masing-masing berukuran 6 x 4 meter dan didirikan di atas permukaan laut itu tampak miring.

    Djarot meminta Bupati Kepulauan Seribu Tri Djoko Sri Margiyanto mengajukan anggaran penataan ulang pujasera itu. "Pulau Seribu akan kami beri otonomi lebih besar agar bisa mengusulkan program lebih banyak," tuturnya.

    Djarot meminta Tri Djoko tak mudah didikte oleh kepala suku dinas ketika mengajukan anggaran. Dia mengingatkan agar kejadian pembangunan pujasera yang terbengkalai tak terjadi lagi. "Tak boleh lagi ada perencanaan pembangunan tanpa koordinasi," ujarnya.

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.