Buku 'Belajar Pacaran', Guru Minta Bantuan Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buku

    Buku "Saatnya Aku Belajar Pacaran" karya Toge Aprilianto. Facebook.com

    TEMPO.COJakarta - Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia Retno Listyarti menyayangkan beredarnya buku Saatnya Aku Belajar Pacaran yang memperbolehkan remaja untuk bercinta. Dia meminta Presiden Joko Widodo membentuk lembaga khusus untuk mengawasi beredarnya buku semacam ini. "Bikin badan khusus buku," katanya saat dihubungi, Jumat, 6 Februari 2015.

    Retno mengatakan badan ini perlu dibentuk untuk mengganti fungsi lembaga nonstruktural Dewan Buku Nasional yang dibubarkan Jokowi pada Desember 2014. Badan ini nantinya bertugas mengawasi agar buku yang beredar di masyarakat berkualitas bagus dan murah, sehingga bisa dijangkau oleh semua kalangan.

    Buku Saatnya Aku Belajar Pacaran yang ditulis oleh Toge Aprilianto dikecam di media sosial karenanya isinya dinilai mengajarkan hal negatif kepada remaja. Dalam buku itu, Toge menggambarkan beberapa situasi dan gaya pacaran anak muda sekarang. 

    Contohnya, berciuman dan ajakan bercinta yang ditulisnya sebagai hal lumrah. Menurut Toge, remaja boleh mengajak atau menerima ajakan bercinta dari pasangan jika memang menghendakinya. 

    Retno menilai buku tersebut menyalahi etika menulis buku. Semestinya, buku yang diedarkan tak boleh bertentangan dengan norma yang dianut oleh masyarakat. Seperti menyebar kebencian dan memperbolehkan zina. "Ini, kan, melanggar," katanya.

    Retno mengatakan tak perlu dibuat buku khusus sebagai panduan dalam berpacaran. Menurut dia, untuk memberikan pendidikan seksual kepada remaja, orang tualah yang harus berperan aktif. Para orang tua semestinya menyampaikan pendidikan itu dengan terbuka sehingga anak tak mencarinya di luar rumah, seperti dari Internet. "Bisa jadi yang disampaikan di Internet salah," ujarnya. 

    NUR ALFIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.