Gaji Selangit, Djarot Imbau PNS Daerah Tak Iri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat memperlihatkan burung peliharaannya kepada sejumlah awak media wartawan di rumah dinasnya di Besakih, Jakarta, 25 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat memperlihatkan burung peliharaannya kepada sejumlah awak media wartawan di rumah dinasnya di Besakih, Jakarta, 25 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan pegawai negeri sipil di daerah tidak perlu merasa iri dengan peningkatan tunjangan kinerja daerah yang diterima PNS Ibu Kota. Menurut Djarot, setiap kota memiliki potensi dan masalah berbeda-beda.

    "Kebijakan di setiap daerah juga berbeda-beda," kata Djarot di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Sabtu, 7 Februari 2015.

    Djarot menuturkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mampu meningkatkan TKD karena bisa melakukan efisiensi anggaran. Selain itu, Pemprov DKI mampu melakukan perampingan struktur pegawai.

    Sebelumnya, koordinator Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Apung Widadi, mengatakan kenaikan TKD pegawai negeri DKI akan mengakibatkan kecemburuan pegawai negeri daerah lain. Kecemburuan itu, kata Apung, bisa berdampak pada mandeknya pelayanan publik.

    Keunggulan lain Pemprov DKI bisa meningkatkan TKD pegawainya, tutur Djarot, adanya mekanisme e-budgeting yang telah berhasil diterapkan.

    Menurut mantan Wali Kota Blitar itu, peningkatan TKD bagi pegawai negeri juga bertujuan memberantas penyakit birokrasi. "Tak bisa gaji kami berikan melangit, gaji tinggi, tanpa adanya tujuan memberantas penyakit birokrasi," ujarnya.

    GANGSAR PARIKESIT



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.