Rel Terandam, KRL Nongkrong di Tanah Abang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta Commuter line (KRL) berhenti disamping rel yang terendam banjir di sekitar Stasiun Tanah Abang, Jakarta, (19/1). Terendamnya Stasiun Tanah Abang akibat hujan beberapa hari lalu dan mengakibatkan sejumlah jadwal KRL terganggu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Kereta Commuter line (KRL) berhenti disamping rel yang terendam banjir di sekitar Stasiun Tanah Abang, Jakarta, (19/1). Terendamnya Stasiun Tanah Abang akibat hujan beberapa hari lalu dan mengakibatkan sejumlah jadwal KRL terganggu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta – Derasnya hujan yang mengguyur Jakarta sejak pagi ini membuat jadwal KRL rute Bogor-Jatinegara terganggu. Pasalnya, perjalanan KRL dari Bogor hanya bisa sampai Stasiun Kampung Bandan akibat banjir.

    Berdasarkan akun Twitter resmi PT KCJ, @CommuterLine, sejak satu jam lalu, lintas Kampung Bandan-Kemayoran ditutup karena genangan air setinggi 5 sentimeter. Namun saat ini genangan bertambah tinggi hingga 15 sentimeter.

    Akibatnya, perjalanan kereta dari Bogor menuju Jatinegara dihentikan untuk sementara. Penumpang yang telanjur naik kereta jalur ini harus turun di Stasiun Kampung Bandan dan melanjutkan perjalanannya dengan moda transportasi darat yang lain menuju Jatinegara. KRL dari Jatinegara menuju Bogor juga tak diberangkatkan, menunggu hingga surutnya genangan di lintas KRL tersebut.

    Sementara itu, perjalanan KRL untuk lintas lain juga mengalami gangguan akibat rel kereta terendam banjir. Genangan air di rel jalur Tanah Abang membuat perjalanan kereta dari Serpong dan Manggarai terhenti. Sejumlah kereta tertahan di Stasiun Tanah Abang. "Kereta enggak jadi berangkat, tertahan di Tanah Abang," kata Gabriel Yoga, reporter Tempo, yang hendak menuju Depok.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.