Banjir, 4 Koridor Bus Transjakarta Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga mengabadikan banjir di kawasan jalan Otista, Jakarta dari halte Transjakarta (22/1). Jalan Otista Raya kembali terendam banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Seorang warga mengabadikan banjir di kawasan jalan Otista, Jakarta dari halte Transjakarta (22/1). Jalan Otista Raya kembali terendam banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - PT Transportasi Jakarta menutup sebagian koridornya karena terendam genangan air. Dalam akun Twitter-nya, @iKosasih, Direktur Utama PT Transjakarta A.N.S. Kosasih mengatakan ada empat koridor yang ditutup pada siang ini.

    "Imbas banjir, koridor 2, 8, 10, dan 12 stop operasi sementara," ujarnya, Senin, 9 Februari 2015. Koridor 2 merupakan jalur dengan rute Pulogadung-Harmoni, koridor 8 Lebak Bulus-Harmoni, koridor 10 Tanjung Priok-Cililitan, dan koridor 12 Pluit-Tanjung Priok.

    Koridor 8, tutur dia, ditutup karena banjir di Green Garden membuat macet hingga tak dapat dilalui. Jalur alternatif yang melalui jalan tol pun macet total. Genangan air juga membuat Transjakarta tak bisa melintasi Sunter arah Kodamar. Jalur ini dilalui bus koridor 10.

    Sedangkan di koridor 2, bus tak dapat melintasi wilayah Pedongkelan. "Dua arah banjir parah sepinggang," katanya.

    Di komplek Istana Negara dan Sarinah, kata dia, banjir setinggi lebih dari 30 sentimeter. Ini membuat koridor 1 yang menghubungkan Blok M dengan Kota diperpendek rutenya. Transjakarta hanya melayani rute Kota-Harmoni dan Blok M-Bundaran HI.

    Selain koridor ini, ujar Kosasih, layanan untuk koridor lain masih normal.

    NUR ALFIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.