Terendam Banjir 50 Sentimeter, Sekolah Ini Tak Libur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bocah melintasi Banjir dengan menggunakan tali di Clilitan Kecil, Jakarta Timur, (13/1). Hujan deras yang terjadi di jakarta dan Bogor sejak kemarin merendam sebagian wilayah di Jakarta. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Seorang bocah melintasi Banjir dengan menggunakan tali di Clilitan Kecil, Jakarta Timur, (13/1). Hujan deras yang terjadi di jakarta dan Bogor sejak kemarin merendam sebagian wilayah di Jakarta. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Bogor - Luapan Kali Baru merendam puluhan rumah di Kampung Bambu Kuning, RT 4 RW 6, Desa Bojong Gede, Kacamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Senin, 9 Februari 2015. Selain rumah warga, banjir setinggi sekitar 50 sentimeter itu juga merendam Sekolah Dasar Negeri (SD) Bojong Gede 2.

    Kali Baru merupakan anak sungai Cisadane yang membentang di sepanjang jalur Bojong Gede. Hujan yang turun sejak pagi hari membuat air kali meluap ke permukiman warga dan sekolah yang berada di sekitar bantaran.

    "Kalau musim hujan seperti ini, air kali memang sering meluap," kata Mamat, 45 tahun, warga Bambu Kuning.

    Hingga Senin petang, luapan air Kali Baru belum surut. Warga dan murid SD Bojong Gede 2 tetap beraktivitas seperti biasa. Para murid, tetap melaksanakan kegiatan belajar dalam keadaan ruang kelas tergenang air.

    "Sebenarnya jadi enggak fokus belajar, tapi sekolah tidak diliburkan," kata Putra, 8 tahun, siswa kelas III menceritakan. "Airnya tidak terlalu kotor, jadi enggak gatal."

    Warga meminta Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan pembersihan aliran sungai dari sampah. Sebab, banyak sampah dan lumpur yang membuat aliran sungai lancar serta terjadi pendangkalan. Kondisi tersebut, membuat air kali meluap ketika hujan turun.

    "Tolong dinormalisasi supaya tidak meluap ke rumah kami," kata Mamat.

    ARIHTA U. SURBAKTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.