Tiga Anjing Andalan yang Berjaga di Bandara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota unit satwa K9 unjuk kebolehannya dalam melewati halang rintang ketika mengikuti lomba ketangkasan anjing pelacak di Lapangan Prapat Kurung, Surabaya, Jatim, (16/6). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Seorang anggota unit satwa K9 unjuk kebolehannya dalam melewati halang rintang ketika mengikuti lomba ketangkasan anjing pelacak di Lapangan Prapat Kurung, Surabaya, Jatim, (16/6). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.COTangerang - Tim K9 Squad Polda Metro Jaya mengerahkan tiga ekor anjing pelacak untuk membantu Satuan Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta dalam memerangi penyelundupan narkoba melalui jalur penerbangan. "Ada tiga anjing terlatih akan standby jika diperlukan," kata Ketua Tim K9 Polda Metro Jaya Aiptu M. Saragih saat ditemui di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Senin, 9 Februari 2015

    Tiga anjing pintar tersebut sama-sama kelahiran Jerman dari jenis Rottweiler berusia 7 tahun, Golden Retriever (5), dan Labrador (2). "Mereka sudah sangat terlatih dan berpengalaman dalam mengendus narkoba," ujar Saragih.

    Sejumlah prestasi sudah ditorehkan trio Rin Tin Tin ini, seperti menemukan narkoba di kampus Trisakti dan Alam Sutera.

    Saragih menuturkan tiga anjing ini berbeda dengan anjing lain. Dari segi fisik, kegesitan, ketajaman penciuman, hingga insting. Mereka mampu mencium narkoba tanpa batasan waktu dan hanya mengikuti arah angin. "Jadi, bisa bekerja selama 24 jam," kata Saragih.

    Sayangnya, saat uji coba di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Tim K9 Polda Metro Jaya hanya membawa anjing jenis Rottweiler bernama Oneil dan Golden alias Chelsi.

    Menurut Saragih, tiga anjing pelacak ini adalah tenaga khusus untuk narkoba. K9 saat ini memiliki 30 anjing pelacak, terdiri atas 3 ekor khusus narkoba, 3 ekor khusus bom, dan sisanya untuk pelacakan umum.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.