Predikat Gubernur Terbaik, Ahok Pilih Menunggu Rob  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuka apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih, Damai dan Anti Korupsi se-Jakarta di Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 30 Desember 2014. Acara ini untuk menjadikan  guru-guru teladan yang baik bagi siswanya. TEMPO/Dasril Roszandi

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuka apel besar Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah Bersih, Damai dan Anti Korupsi se-Jakarta di Taman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 30 Desember 2014. Acara ini untuk menjadikan guru-guru teladan yang baik bagi siswanya. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hanya tersenyum saat disinggung soal predikat yang diperolehnya baru-baru ini. Dia tak mau jemawa atas penobatan dirinya menjadi kepala daerah terbaik se-Indonesia oleh salah satu lembaga survei. "Itu kan kata survei," katanya di Balai Kota, Senin, 9 Februari 2015. 

    Bahkan Ahok tak bersemangat saat mengomentari hasil survei itu. Dia lebih memilih fokus membenahi persoalan banjir yang melanda Ibu Kota hari ini. "Nunggu rob turun," ujarnya. 

    Hasil survei Populi Center menunjukkan Ahok sebagai kepala daerah terbaik. Responden menyukai kepemimpinan mantan Bupati Belitung Timur itu. Bahkan nilai yang diperoleh Ahok jauh melebihi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

    Berikut ini daftar kepala daerah terbaik dalam survei Populi Center:

    Ahok (DKI Jakarta): 22,3 persen;
    Risma (Surabaya): 18,2 persen;
    Aher (Jawa Barat): 8,4 persen;
    Rano Karno (Banten): 6,8 persen;
    Soekarwo (Jawa Timur): 6,8 persen;
    Ganjar Pranowo (Jawa Tengah): 6,2 persen;
    Ridwan Kamil (Bandung): 5,2 persen;
    Gatot Pujo (Sumatera Utara): 2,2 persen;
    Bima Arya (Bogor): 2,5 persen;
    Lainnya 0,4 persen: dan,
    Tidak tahu/jawab: 20,9 persen.

    ERWAN HERMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.