Hujan Seharian, 12 Kelurahan di DKI Terendam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan toko menerobos banjir yang terjadi di Pasar Baru, Jakarta, 9 Februari 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Karyawan toko menerobos banjir yang terjadi di Pasar Baru, Jakarta, 9 Februari 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COJakarta - Hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta seharian penuh menyebabkan sejumlah genangan. Selain di sejumlah ruas jalan, air juga merendam permukiman. 

    Kepala Bidang Badan Informatika dan Pengendalian Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta Bambang Suryasaputra menyebutkan ada 12 kelurahan atau 53 RW yang terendam banjir di seluruh DKI. "Sampai pukul 12.00 sudah 12 kelurahan," katanya di Balai Kota, Senin, 9 Februari 2015. 

    Ke-12 kelurahan yang terendam itu tersebar merata di seluruh Jakarta dari barat hingga utara. Adapun ketinggian air, ujar Bambang, berkisar 5-60 sentimeter. "Belum ada yang sampai 1 meter," ucapnya. 

    Berdasarkan data BPBD, wilayah Jakarta Barat yang terendam adalah Kelurahan Cengkareng Timur setinggi 10-40 sentimeter dan Kelurahan Kapuk setinggi 10-60 sentimeter. Kemudian di Jakarta Utara, kelurahan yang terendam banjir adalah Kelurahan Rorotan setinggi 5-20 sentimeter dan Kelurahan Sunter Agung setinggi 5-40 sentimeter.

    Adapun di Jakarta Pusat adalah Kelurahan Petojo Utara setinggi 10-20 sentimeter, Kelurahan Galur setinggi 15-50 sentimeter, Kelurahan Johar Baru setinggi 15-50 sentimeter, Kelurahan Gondangdia setinggi 5-10 sentimeter, Kelurahan Menteng setinggi 15-50 sentimeter, Kelurahan Pasar baru setinggi 5-15 sentimeter, dan Kelurahan Petamburan setinggi 30-40 sentimeter.

    Bambang menyebutkan ada 2.698 kepala keluarga yang terendam banjir. Namun, dari semua itu, belum ada seorang pun warga yang mengungsi. "Warga masih bisa bertahan di rumah masing-masing," ucapnya.

    ERWAN HERMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.