'Bebek' Berenang di Banjir Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setu Babakan di Kampung Budaya Betawi, Jagakarsa, Jakarta. TEMPO/Nita Dian

    Setu Babakan di Kampung Budaya Betawi, Jagakarsa, Jakarta. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO , Jakarta - Jika biasanya kita melihat sepeda bebek di permainan wahana air atau di danau-danau. Kini sepeda bebek itu hilir mudik di Jalan Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, dijadikan sarana transportasi untuk menyeberangi banjir. "Ayo nyeberang diantar pakai bebek," teriak seorang pria berkaus belang hitam putih, bertubuh gemuk dan agak gondrong.


    Pria tersebut lantas menghampiri Tempo dan menawarkan jasa antar pakai sepeda bebek. Tidak tanggung-tanggung, ia meminta harga Rp 20 ribu per orang, meski awalnya ia sempat membuka kesempatan tawar menawar tanpa harga pembuka.

    Setelah orang tersebut mendapatkan pelanggan yang lain, Tempo menghampiri kelompok penjual jasa dorong sepeda bebek lainnya. Kali ini mereka menawarkan harga jauh lebih murah. "Lima ribu perorang atau sukarela aja," kata Adrian, 30 tahun, Senin 9 Februari 2015.

    Menurut pria yang juga bekerja di Danau Sunter Selatan ini, mainan sepeda bebek ia manfaatkan untuk mendapatkan uang tambahan. "Ya lumayan buat nambah-nambah sekalian bantu yang mau nyeberang juga," ujar dia.

    "Ini bebeknya daripada enggak dipakai kan di danau, jadi dipinjem dulu buat bantu orang," kata Adrian.


    Ide memanfaatkan sepeda bebek muncul begitu saja saat hujan turun semakin deras dan air makin tinggi. Jalan Kedondong Raya, Sunter memang termasuk daerah rawan genangan dan banjir. Ketinggian kali ini menurut Adrian termasuk ketinggian yang mendekati banjir dua tahun lalu. "Ini ada sampai 80 sentimeter, semeter juga ada kayaknya tuh," kata Adrian sambil menunjuk ke arah seorang bapak yang sedang mendorong sepeda motornya.

    Ada sekitar tiga buah sepeda bebek yang dikeluarkan dan digunakan untuk disewa pada warga. Adrian mengaku belum mendapatkan keuntungan yang lumayan tinggi dari jasa dorong sepeda bebek, menurut dia yang penting utamakan menolongnya saja dulu.

    Satu bebek bisa memuat sekitar enam orang sekali angkut. Jika sekali antar sepeda terisi penuh, maka sekali jalan para pendorong sepeda bebek ini bisa mengantongi uang Rp 30-50 ribu rupiah. Jarak tempuh mengantar bergantung pelanggan. Tapi rata-rata menurut Adrian sekitar 500 meter- 1 kilometer. "Kalau yang diangkut juga gimana kuat yang dorong. Sekarang kan ada empat orang yang dorong," kata Adrian.

    Selain sepeda bebek, tawaran jasa antar dengan gerobak pun ada. Beberapa orang pria mendorong gerobak berisi sebuah sepeda motor lengkap dengan pengendaranya. Gerobak-gerobak kayu menjadi tawaran alternatif untuk menyelamatkan sepeda motor dari air yang masuk ke dalam mesin.

    Sejak tadi pagi hujan tak berhenti turun membasahi Jakarta. Banyak titik perkotaan jadi lumpuh akibat derasnya hujan dan tingginya air di ruas-ruas jalan raya. Bulan ini berdasarkan data dari BMKG merupakan titik puncak musim hujan. BMKG memprediksi dalam tiga hari ke depan khususnya di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat akan diguyur hujan berintensitas sedang hingga deras.

    AISHA SHAIDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.