Jusuf Kalla: Banjir Jakarta Urusan Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jusuf Kalla (kiri) bersama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kanan) di kediaman Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Minggu (23/9). ANTARA/M Agung Rajasa

    Jusuf Kalla (kiri) bersama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kanan) di kediaman Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Minggu (23/9). ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Batam - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan banjir di Jakarta adalah urusan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Menurut JK, panggilan Kalla, Ahok harus lebih memperketat kedisiplinan warga Jakarta dalam menjaga lingkungan. "Semua pihak harus bertanggung jawab atas kebersihan masing-masing," ujar JK di Bandar Udara Hang Nadim, Batam, Senin, 9 Februari 2015.

    Menurut JK, setiap rumah dan kantor harus bertanggung jawab terhadap keadaan lingkungan sekitar. "Jangan sampai ada selokan mampet, sampah buang sembarangan, itu tanggung jawab individu," ujar JK.

    Cara seperti itu, kata dia, akan lebih efektif dibanding menunggu pemerintah mengurusnya.
    Hujan yang mengguyur Jakarta sejak kemarin mengakibatkan beberapa ruas jalan protokol terendam banjir. Kondisi ini menyebabkan kemacetan lalu lintas yang berlangsung seharian.

    Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan ada 93 titik genangan di Jakarta. Jumlah ini bertambah 15 titik dari titik-titik genangan yang sebelumnya telah dirilis oleh BNPB. "Genangan bertambah akibat buruknya drainase perkotaan dan kurangnya daerah resapan air," kata dia dalam pesan singkat kepada Tempo, Senin, 9 Februari 2015.

    Titik-titik tersebut tersebar 35 titik di Jakarta Pusat, 28 titik di Jakarta Barat, 17 titik di Jakarta Utara, 8 titik di Jakarta Timur, dan 5 titik di Jakarta Selatan. Tinggi banjir bervariasi antara 10-80 sentimeter. Namun, kata dia, beberapa lokasi sudah mulai berangsur surut.

    Adapun, dari keseluruhan wilayah Ibu Kota, hujan paling lebat terjadi di Kemayoran dengan curah hujan sekitar 177 milimeter. Tapi, curah hujan ini masih lebih rendah dibandingkan dua tahun belakangan yang bisa mencapai di atas 250 milimeter.

    Sementara itu, tinggi muka air sebagian besar sistem sungai di Jakarta telah naik siaga III pada pukul 14.00, yaitu Bendung Katulampa 80 cm (siaga III), pintu air Depok 210 cm (siaga III), Manggarai 820 cm (siaga III), Krukut Hulu 165 cm (siaga III), Pesanggarahan 190 cm (siaga III), Angke Hulu 190 cm (siaga III), Pulogadung 675 cm (siaga III). Sedangkan pintu air Karet 650 (siaga I).

    Dia memprediksi, wilayah bantaran kali akan menjadi sasaran utama banjir ini. Masyarakat di sekitar bantaran Sungai Ciliwung yang akan terkena banjir adalah Kampung Pulo, Gang Arus, dan Pengadegan. Di Kali Krukut wilayah yang terkena banjir adalah Pondok Raya, Pasar Mampang, Pulau Raya, Jati Padang, Cipete Selatan, Pondok Labu, Benhil, dan RS Mintoharjo. Di bantaran Kali Pesanggarahan adalah Cirendeu Indah, Sepolwan, Deplu, IKPN, Ulujami, Perdatam, Tanah Kusir, Cipulir, Cidodol, Kedoya, Perum Kelapa Dua, dan Pos Pengumben.

    TIKA PRIMANDARI| YOLANDA RYAN ARMINDYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.