Banjir Jakarta, Sekitar 3.000 Orang Mengungsi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga dibantu petugas kepolisian menerobos banjir dengan perahu karet di kawasan Grogol, Jakarta, 9 Februari 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Sejumlah warga dibantu petugas kepolisian menerobos banjir dengan perahu karet di kawasan Grogol, Jakarta, 9 Februari 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.COJakarta - Hujan yang turun sejak Ahad malam lalu membuat sebagian wilayah Jakarta terendam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat ada sekitar 3.000 warga Ibu Kota yang mengungsi akibat banjir ini.

    "Data sementara, ada lebih dari 3.000 jiwa pengungsi yang tersebar di berbagai tempat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya, Selasa, 10 Februari 2015.

    Untuk para korban itu, Sutopo mengatakan, BNPB dan pemerintah DKI telah mendistribusikan makanan siap saji. Mereka dibantu oleh SRC PB, Sentra Komunikasi Mitra Polri, resimen mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi, dan relawan untuk melakukan evakuasi, distribusi logistik, serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terkena banjir.

    Ihwal kondisi hari ini, menurut Sutopo, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini sejak pukul 04.00 WIB. Hujan masih akan turun dengan intensitas sedang-lebat disertai kilat atau petir pada pukul 05.00 WIB di wilayah Cengkareng, Tangerang, Tangerang Selatan, Kalideres, Rawa Buaya, Daan Mogot, Pluit, Pademangan, Taman Sari, Ancol, Kemayoran, dan Tanjung Priok.

    Wilayah lain yang juga akan diguyur hujan yakni Marunda, Cilincing, Kelapa Gading, Sunter, Sawah Besar, Pasar Baru, Mangga Dua, Kota, Grogol, Tomang, Harmoni, Rawamangun, Pulogadung, Cakung, Bekasi, Jatiasih, Cempaka Putih, Senen, Gambir, Tanah Abang, Thamrin, Kedoya, Kebon Jeruk, Meruya, Kembangan, Joglo, Ciledug, Bintaro, Pondok Aren, Serpong, Pamulang, dan Ciputat.

    Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 10.00 WIB dan meluas ke wilayah Sudirman, Semanggi, Slipi, Palmerah, Kebayoran, Permata Hijau, Menteng, Jatinegara, Kampung Melayu, Kalimalang, Tebet, Pancoran, Pasar Minggu, Ragunan, Cilandak, Pondok Indah, Lebak Bulus, Halim, TMII, Cawang, Cililitan, Pondok Gede, Pondok Cabe, Cinere, Sawangan, dan Depok.

    Sementara itu, Sutopo melanjutkan, kondisi pintu air di Sungai Karet dan Sungai Angke Hulu masih berstatus siaga 2. Sedangkan di Pintu Air Manggarai, Krukut Hulu, Pesanggrahan, Pulo Gadung, dan Pasar Ikan siaga 3.

    NUR ALFIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.