Banjir, Transjakarta Blok M-Kota Buka-Tutup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah Bus Transjakarta melewati genangan banjir di kawasan bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, (17/1). Tempo/Tony Hartawan

    Sebuah Bus Transjakarta melewati genangan banjir di kawasan bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, (17/1). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir yang merendam sebagian wilayah Ibu Kota membuat Transjakarta tak bisa beroperasi maksimal. Tak hanya menutup sebagian koridornya, perusahaan ini juga hanya bisa mengoperasikan beberapa busnya. Akibatnya, koridor 1 yang menghubungkan Blok M-Kota dibuka-tutup untuk sementara.

    "Saat ini kami buka-tutup," kata Farhan, petugas tiket di halte Dukuh Atas 1, di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2015. Farhan mengatakan, untuk koridor satu, Transjakarta hanya mengoperasikan empat bus. Minimnya ketersediaan bus ini lantaran pul bus yang berada di Pesing, Jakarta Barat, kebanjiran. Akibatnya, bus tak bisa keluar dan melayani penumpang.

    Jumlah bus yang sedikit ini membuat Farhan baru mengizinkan penumpang arah Blok M-Kota melewati pintu taping saat ada bus yang akan lewat. Jika bus diperkirakan masih lama, dia menyarankan penumpang yang terburu-buru untuk menggunakan moda transportasi lainnya.  "Kalau bus sudah mulai jalan, baru kami buka pintunya," ujarnya.

    Meski hanya membuka layanan saat ada bus yang sudah jalan, halte Dukuh Atas 1 tetap penuh penumpang. Penumpang yang transit dari arah Pulogadung, dan Ragunan tak mendapat informasi perihal buka-tutup ini. Alhasil, mereka tetap menunggu meski jarak tunggu antarbus lama, lebih dari setengah jam.

    Tak hanya koridor 1, dalam akun Twitter-nya @iKosasih, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih mengatakan koridor 7 Kampung Rambutan-Kampung Melayu juga mengalami buka-tutup karena kekurangan bus. Menurut dia, bus yang bisa jalan merupakan bus swakelola. "Kekurangan bis karena pool DAMRI banjir. Yang jalan bis swakelola saja."

    Sedangkan koridor lain, yakni koridor 2 yang menghubungkan Pulogadung-Harmoni, koridor 3 Kalideres-Harmoni, koridor 5 Kampung Melayu-Ancol. Lalu koridor 7 Kampung Rambutan-Kampung Melayu, koridor 8 Lebak Bulus-Harmoni, koridor 10 Tanjung Priok-Cililitan, dan koridor 12 Pluit-Tanjung Priok tak dioperasikan penuh karena banjir.

    Koridor yang tetap berjalan hanya koridor 1 dengan rute Blok M-Kota, koridor 4 Dukuh Atas-Pulogadung, koridor 5 Kampung Melayu-Ancol, koridor 6 Ragunan-Dukuh Atas, koridor 7  Kampung Rambutan-Kampung Melayu, koridor 9 Pinang Ranti-Pluit, dan koridor 11 Kampung Melayu-Pulogebang.

    NUR ALFIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.