1.981 Aparat Jaga Lokasi Pengungsi Korban Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak bermain air banjir, Tanah Abang, Jakarta, 10 Februari 2015. Hujan mengguyur kota Jakarta sejak minggu malam, menyebabkan banjir di beberapa wilayah kota Jakarta. TEMPO/Subekti

    Anak-anak bermain air banjir, Tanah Abang, Jakarta, 10 Februari 2015. Hujan mengguyur kota Jakarta sejak minggu malam, menyebabkan banjir di beberapa wilayah kota Jakarta. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Aparat gabungan sebanyak 1.981 mengamankan lokasi banjir di kawasan Jakarta. Mereka terdiri atas 228 petugas dari Direktorat Sabhara, 122 anggota Brimob daerah, 9 personel pengamanan obyek vital, 16 petugas Direktorat Polisi Air, 140 anggota Baharkam Polri, dan 1.121 aparat polres se-Polda Metro Jaya.

    Selain Polri, pengamanan juga dibantu anggota militer sebanyak 30 personel TNI dan 25 orang dari Badan SAR Nasional. "Total kami menerjunkan 1.981 personel gabungan untuk pengamanan banjir," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie, Selasa, 10 Februari 2015.

    Menurut Ronny, pengamanan tersebut tersebar di 259 lokasi banjir. Ketinggian air mencapai 10-210 sentimeter. Jumlah pengungsi sebanyak 5.996 orang yang berada di 29 lokasi.

    Korps Tri Brata itu mengerahkan 5 unit perahu karet, 1 unit perahu Joko Tingkir, 12 pelampung, 24 unit perahu karet, 16 unit truk, 2 unit pompa air, 3 unit perahu kayak, dan 4 unit perahu kano. Polri juga mendirikan satu tenda posko.

    Hujan terus mengguyur Jakarta sejak Ahad malam hingga Selasa pagi. Banjir yang menggenangi berbagai titik di Ibu Kota dan sekitarnya itu sempat melumpuhkan aktivitas perkantoran dan sekolah. Kemacetan parah akibat banjir pun tak dapat dihindari.

    Hingga Selasa, 10 Februari 2015, Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mencatat sebanyak 5.996 orang mengungsi. Semua pengungsi ini tersebar di lima wilayah Ibu Kota. "Mereka bertahan di pengungsian menunggu air surut," kata Kepala BPBD DKI Jakarta Deny Wahyu di Balai Kota.

    Adapun Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Masrukhan mengatakan jajarannya sudah mendistribusikan bantuan logistik berupa bahan makanan, selimut, dan pakaian. Jumlah bantuan logistik mencapai 46 ton beras, 4.000 dus mi instan, 255 ribu kaleng sarden, serta 115 kardus kecap dan minyak goreng.

    PRAGA UTAMA | LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.