260 Begal Didrop di Jakarta Hoax? Ini Kata Polda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota kepolisian memperlihatkan barang bukti, hasil operasi kejahatan sepanjang Januari 2015 di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, 3 Februari 2015. Polda Metro Jaya berhasil menjaring 2.785 orang dengan berbagai macam kasus kejahatan, diantaranya kasus begal motor, peredaran uang dolar dan euro palsu, serta kasus narkoba. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Sejumlah anggota kepolisian memperlihatkan barang bukti, hasil operasi kejahatan sepanjang Januari 2015 di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, 3 Februari 2015. Polda Metro Jaya berhasil menjaring 2.785 orang dengan berbagai macam kasus kejahatan, diantaranya kasus begal motor, peredaran uang dolar dan euro palsu, serta kasus narkoba. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.COJakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengkonfirmasi pesan bersambung tentang begal sepeda motor di masyarakat. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan informasi tentang begal sepeda motor dari Lampung itu bohong.

    "Itu hoax," kata Martinus di kantornya, Selasa, 10 Februari 2015. Dalam pesan yang tersiar tertulis kurang-lebih 260 pelaku begal sepeda motor dari Lampung diturunkan dan disebar di Jagorawi. Pesan tersebut juga membeberkan titik-titik target begal sepeda motor, yakni di Citeureup, Cibinong, Kranggan, Tapos, Sanding, Leuwinanggung, Cikeas, dan jalan-jalan sepi lainnya. Masyarakat yang melintas di jalan tersebut diminta berhati-hati.

    Selain itu, disebutkan bahwa di Bogor sudah lebih dari lima unit sepeda motor hilang dan enam nyawa melayang. Perampasan sepeda motor dengan kekerasan itu terjadi di Sentul-Ciapus Curug Luhur, Bogor Nirwana Residence, Leuwiliang, Citeureup, dan Lapangan Sakura Bogor. Pada bagian akhir pesan yang tersiar itu tertulis “Kabag Humas Polda Metro Jaya”. "Seratus persen itu info bukan dari saya. Saya Kabid Humas, bukan Kabag Humas," ujar Martinus.

    AFRILIA SURYANIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.