Proyek MRT, Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara melintasi proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta (2/3). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah pengendara melintasi proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta (2/3). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta: Direktur Utama PT MRT Dono Boestami mengatakan, selama pembuatan kingpost di Bundaran HI dan beberapa ruas proyek. Kingpost akan berfungsi memikul beban vertikal sementara, selama struktur kolom permanen dibuat.


    Pihak MRT dan Kepolisian Daerah Metro Jaya akan melakukan rekayasa lalu lintas, pasalnya pekerja membutuhkan area tambahan. "Penerapan rekayasa lalu lintas ini dilakukan juga agar dapat meminimalisir dampak bagi pengguna jalan dan masyarakat di sekitar," ujar Dono.

    Pengalihan jalur lalu lintas akan dilakukan di Jl MH. Thamrin khususnya dari depan Gedung Wisma Nusantara hingga depan Gedung Sinarmas. Meski begitu tidak ada pengurangan jumlah lajur, hanya terdapat pergeseran area kerja. "Pengalihan dilakukan mulai 11 Februari sampai 20 April 2015."

    Sementara itu di titik proyek stasiun di kawasan Setiabudi, akan dibuat dinding stasiun di sisi timur. "Karena itu dibutuhkan perubahan area kerja yang berakibat pada pengalihan arus lajur Transjakarta di depan gedung Indofood Tower." Perubahan lalu lintas di bagian ini membuat lajur Busway yang semula eksklusif akan menyatu dengan lajur kendaraan normal. "Kondisi ini berlangsung hingga 28 Februari 2015, setelah itu lajur Busway akan kembali eksklusif."

    Sedangkan, pada area transisi Jalan Sisingamangaraja, akan dilakukan penggalian Cut & Cover Tunnel di depan taman daha. Pekerjaan dilakukan pada malam hari sekitar pukul 22.00 sampai 05.00 WIB. Selama pekerjaan ini terdapat pengurangan lajur jalan yang semula 4 lajur menjadi 2 lajur. "Tapi di luar periode waktu tersebut, lajur kendaraan dikembalikan seperti kondisi normal menjadi 4 lajur," ujar Dono. Kondisi ini akan berlangsung mulai hari ini hingga 31 Maret 2015.

    PRAGA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.