Soal Banjir, Ini Meme Bekasi Risak Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meme yang menggambarkan seorang pekerja yang memainkan ponselnya saat terjebak banjir.

    Meme yang menggambarkan seorang pekerja yang memainkan ponselnya saat terjebak banjir.

    TEMPO.COJakarta - Banjir yang menggenangi Jakarta sepanjang hari kemarin memicu kreativitas para netizen. Bila sebelumnya Kota Bekasi dirisak karena letaknya sangat jauh dan macet, kini giliran Ibu Kota yang dirisak. 

    "Halo bos. Daerah lo banjir? Jakarta ya? Salam, warga Bekasi," kata dalam salah satu meme parodi, Selasa, 10 Februari 2015. 

    Meme tersebut menggambarkan sudut pandang dari dalam mobil ke jalan raya yang basah karena hujan tapi tidak macet. Meme lain menggambarkan perbandingan kemegahan Summarecon, Bekasi, dengan Bundaran Hotel Indonesia yang sedang dilanda banjir.

    Gambar bagian atas tertulis “Planet Bekasi” dengan slogan “A City Little with Inspirations & Pride”. Sedangkan gambar bagian bawah adalah banjir berwarna cokelat pekat dan kumuh, bertuliskan, "Bumi (Jakarta). Yakin ga mau bikin paspor pindah ke planet? #prayforjakarta."

    Tulisan itu disertai emoticon menjulurkan lidah, tertawa terbahak-bahak, serta menangis, yang menambah kesan lucu.

    Adapula meme berupa format SMS berlangganan yang bertuliskan, “Ketik UNREG (spasi) BANJIR KIRIM KE BOGOR.” Dalam parodi itu, terdapat gambar pria mengenakan kemeja putih dan celana hitam sedang memainkan telepon genggamnya. Posisi pria itu sedang duduk di kap depan mobil karena banjir dan macet parah

    Sebelumnya, Kota Bekasi menjadi sorotan publik karena dirisak di media sosial. Misalnya, meme bertuliskan, “Kalau lu lagi jalan tiba-tiba jalanan rusak, berarti lu udah masuk Bekasi.” Ada pula yang bertuliskan, “Jauh, padat, panas, terpisah dari bumi = Bekasi”.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.