Kasus Polisi Tabrak Fitriani, Saksi Netral Dicari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.COJakarta - Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan masih menyelidiki kasus kecelakaan bus polisi yang menabrak sepeda motor yang dikemudikan Ahmad Guntur, 53 tahun, di terowongan Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, pada Senin, 2 Februari 2015. Dalam kecelakaan itu, putri Ahmad, Layla Fitriani Ahmad, 15 tahun, tewas.

    Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Sutimin mengatakan pengemudi bus polisi, Bripda Ricky Alexander, masih berstatus sebagai terperiksa. "Belum tersangka, karena kami masih menunggu keterangan saksi yang netral dan pengendara (Ahmad)," kata Sutimin kepada Tempo, Selasa, 10 Februari 2015.

    Sutimin menjelaskan saat ini sudah ada delapan saksi yang diperiksa. Mereka adalah anggota kepolisian yang satu bus dengan Ricky dan bus polisi lain yang menolong korban. "Jadi keterangan baru dari satu pihak," ujarnya.

    Untuk itu, penyidik telah melayangkan surat panggilan kepada saksi yang dianggap netral, yakni seorang jurnalis yang berada di lokasi kejadian. "Sudah kami kirimkan tiga hari yang lalu, tapi belum ada jawaban," katanya. 

    Saksi di lokasi kejadian sangat minim karena tempat kejadian berada di terowongan. "Kami harap saksi netral ini dapat mengungkap kejadiannya. Sebab, saksinya minim sekali," ujarnya.

    Adapun keterangan Ahmad juga sangat dibutuhkan untuk mengungkap peristiwa kecelakaan ini. "Kami sudah mendatangi korban, dan kami masih menunggu kesiapan korban untuk diperiksa," ujar Sutimin.

    Nantinya, Sutimin melanjutkan, jika kedua saksi itu sudah memberikan keterangan, penyidik akan melakukan olah tempat kejadian peristiwa. "Rekonstruksi juga akan dilakukan jika memang diperlukan," katanya.

    AFRILIA SURYANIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.