Begal di Depok Masih Remaja, Apa Kata Pejabat?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota kepolisian memperlihatkan barang bukti, hasil operasi kejahatan sepanjang Januari 2015 di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, 3 Februari 2015. Polda Metro Jaya berhasil menjaring 2.785 orang dengan berbagai macam kasus kejahatan, diantaranya kasus begal motor, peredaran uang dolar dan euro palsu, serta kasus narkoba. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Sejumlah anggota kepolisian memperlihatkan barang bukti, hasil operasi kejahatan sepanjang Januari 2015 di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, 3 Februari 2015. Polda Metro Jaya berhasil menjaring 2.785 orang dengan berbagai macam kasus kejahatan, diantaranya kasus begal motor, peredaran uang dolar dan euro palsu, serta kasus narkoba. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.CODepok - Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad mengatakan keterlibatan pelajar dalam aksi pencurian dengan kekerasan di Kota Depok murni tindak kejahatan. "Artinya, memang murni kenakalan remaja, bukan komplotan penjahat," katanya ketika ditemui di kantor Balai Kota Depok, Selasa, 10 Februari 2015.

    Ia mengatakan terkait dengan keterlibatan pelajar tersebut pihaknya akan melakukan efektivitas Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan. "Di beberapa RW sudah dilakukan, dan kami akan lakukan secara masif," ujarnya.

    Ia mengatakan dalam peraturan daerah tersebut diatur beberapa hal seperti tidak melakukan kegiatan hiburan pada pukul 18.00-20.00. "Ini belum efektif, nah ini kita sudah minta dinas pendidikan berkolaborasi dengan masyarakat untuk efektifkan peraturan tersebut." 

    Dalam peraturan daerah tersebut disebutkan bahwa setiap orang tua diwajibkan mematikan alat elektronik, seperti televisi, Internet, dan telepon seluler. Waktu tersebut dimanfaatkan untuk melakukan wajib belajar malam hari.

    Ia mengatakan Pemerintah Kota Depok menilai pembinaan pelajar menjadi bagian dari pembinaan karakter yang seharusnya tertuang di dalam kurikulum 2013. Pembinaan tersebut menjadi tanggung jawab bersama orang tua dan sekolah.

    Kasus pembegalan sepeda motor di Grand Depok City pada Minggu, 1 Februari 2015, melibatkan tiga pelajar sekolah menengah kejuruan. Ketiga pelaku mengaku pernah melakukan tindak pencurian dengan kekerasan atau pembegalan lainnya di Jalan Raya Krukut, Kecamatan Limo; Jalan Raya Margonda, Kota Depok; dan Jalan Raya Siak, Depok Timur. Ketiga pelaku diketahui berinisial D, 18 tahun, IS (18), dan ADP (18). 

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.