Apa Beda Jokowi dan Ahok Menangani Banjir?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden, Jusuf Kalla (kiri), bersama Gubernur DKI, Ahok, mengantar Jokowi di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 12 Desember 2014. TEMPO/Subekti.

    Wakil Presiden, Jusuf Kalla (kiri), bersama Gubernur DKI, Ahok, mengantar Jokowi di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 12 Desember 2014. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan membahas penanganan banjir Jakarta bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada hari ini, Rabu, 11 Februari 2015. Rapat yang membahas penanganan banjir itu akan dimulai pukul 15.00.

    Keduanya pernah menjadi rekan dalam mengatasi banjir Jakarta kala Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI dan Ahok wakilnya. Namun ada perbedaan gaya dalam menangani banjir pada era Jokowi dan Ahok.

    Periode Jokowi:

    1. Joko Widodo, dua bulan setelah menjabat Gubernur DKI Jakarta, langsung menghadapi banjir yang cukup besar. Pada 22 Desember 2012, banjir besar melanda ruas jalan utama, seperti Jalan Sudirman-Thamrin dan daerah Grogol.

    Penyebabnya, gorong-gorong di daerah itu sudah tidak memadai. “Hujan deras sebentar saja air sudah menggenang,” kata Jokowi, Desember 2012. Menurut dia, pengerukan harus dilakukan untuk menormalkan fungsi gorong-gorong.

    2. Jokowi menyiapkan dana tanggap darurat sebesar Rp 5 triliun. Dana itu diambil dari sisa uang yang dimiliki pemerintah DKI tahun 2012. Rencananya, dana tersebut digunakan untuk mengatasi banjir secara bertahap, seperti pembuatan sumur resapan dan pengerukan sungai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.