Protes, Massa Datangi Masjid Ustad Arifin Ilham

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi tawuran. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Bogor - Masjid Az-zikra pimpinan Ustad Arifin Ilham yang berlokasi di kawasan Sentul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, didatangi sekelompok massa, Rabu malam, 11 Februari 2015. Diduga penyerangan puluhan orang tersebut akibat tidak terima dengan pemasangan spanduk di depan masjid.

    Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Kepolisian Resor Bogor Komisaris Imron Ermawan mengatakan kelompok massa tersebut berjumlah sekitar 38 orang. Mereka sempat berkumpul sekitar pukul 21.00. "Sekitar pukul 23.00 karena massa semakin bertambah, mereka mendatangi kompleks mesjid Az-zikra," kata Imran, Kamis, 12 Februari 2015.

    Kedatangan kelompok massa itu hendak mempertanyakan pemasangan sepanduk yang ada di depan dan sekitar masjid. Kelompok tersebut juga bermaksud menanyakan beredarnya isu melalui BBM dan WhatsApp yang menghina aliran kelompok tersebut.

    Lama menunggu pengurus masjid itu tanpa kepastian dan dihalangi petugas keamanan, kelompok tersebut mencoba merangsek masuk. "Setelah beberapa lama tak kunjung mendapat jawaban, akhirnya massa adu mulut dengan pihak keamanan masjid, yang berakhir perkelahian dan pemukulan terhadap petugas keamanan," kata Imran.

    Menurut dia, pihaknya sampai saat ini masih meminta keterangan dari Faisal Salim, 43 tahun, petugas keamanan masjid yang menjadi korban pemukulan. "Korban sempat dipukul dan dikeroyok oleh kelompok tersebut," kata dia.

    Petugas kepolisian yang mendapat informasi adanya penyerangan dan penganiayaan tersebut langsung datang ke lokasi dan mengamankan sebanyak 38 orang yang sempat diduga menjadi kelompok tersebut. "Kami belum bisa memastikan massa tersebut dari kelompok mana, untuk itu kami sudah mengamankan dan membawa puluhan orang ini ke kantor Polres Bogor," katanya.

    M. SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.