Banjir Jakarta Diperkirakan Meluas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi banjir yang merendam kawasan Tanah Abang, Jakarta, 10 Februari 2015. Banjir melumpukan aktivitas warga, termasuk di sektor perekonomian. TEMPO/Subekti

    Warga melintasi banjir yang merendam kawasan Tanah Abang, Jakarta, 10 Februari 2015. Banjir melumpukan aktivitas warga, termasuk di sektor perekonomian. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta memperkirakan sebagian wilayah Ibu Kota akan tergenang banjir dalam beberapa hari ke depan. Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian BPBD DKI Bambang Surya Putra mengatakan wilayah yang digenangi air itu akan lebih luas dibandingkan pada 9-10 Februari lalu.

    "Kalau banjir Senin-Selasa lalu ada 103 kelurahan yang terdampak, sedangkan nanti ada 125 kelurahan yang perlu diwaspadai," katanya saat dihubungi, Kamis, 12 Februari 2015.

    Bambang mengatakan daerah yang tergenangi itu kebanyakan berada di pinggiran kali akibat meluapnya air sungai. Tapi ada juga wilayah yang tergenang karena faktor lainnya, misalnya air laut yang naik atau rob. "Seperti di daerah Kapuk, dan Tegal Alur," ujarnya.

    Hujan yang mengguyur Jakarta mulai Ahad malam hingga Selasa lalu membuat sebagian wilayah terendam banjir. Akibatnya, hampir enam ribu orang mengungsi karena rumahnya digenangi air.

    BMKG memprediksikan hujan lebat akan kembali turun di wilayah Jakarta pada 12-15 Februari nanti. Tak hanya Ibu Kota, wilayah hulu yakni Depok dan Bogor juga akan diguyur hujan lebat. Selain hujan, rob juga akan naik di saat tersebut. Hal ini berpotensi menyebabkan banjir di Ibu Kota makin meluas.

    Bambang mengatakan BPBD selalu meminta informasi terbaru soal potensi hujan tersebut untuk bersiap menghadapi banjir. Menurut dia, BPBD dan mitranya sudah bersiaga menangani hal ini. "Kami wajib bersiap," katanya.

    NUR ALFIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.