Kenapa Pelajar Depok Dilarang Rayakan Valentine?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tumpukkan berbagai kreasi cokelat untuk perayaan hari valentine di Dapur Coklat, Bintaro, Tangerang, 10 Februari 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    Tumpukkan berbagai kreasi cokelat untuk perayaan hari valentine di Dapur Coklat, Bintaro, Tangerang, 10 Februari 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Dinas Pendidikan Kota Depok melarang pelajarnya merayakan hari kasih sayang yang jatuh pada 14 Februari 2015. Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Herry Pansila mengatakan aturan itu dibuat sebagai langkah menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. "Jangan sampai anak-anak muda itu terjerumus dalam kegiatan negatif," kata Herry saat dihubungi Tempo, Jumat, 13 Februari 2015.

    Sebelumnya, surat edaran yang diteken Herry disebarluaskan dengan nomor 425/789-Set.Umum. Surat itu dilayangkan untuk semua kepala sekolah di seluruh tingkat, dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas di Depok. Isinya mencakup tiga hal pokok: memerintahkan siswa berkegiatan sesuai dengan nilai budaya Indonesia, melarang perayaan Valentine di sekolah, dan meminta partisipasi orang tua mengawasi anaknya.

    Adapun Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan pernyataan mengharamkan perayaan Hari Valentine yang jatuh tiap 14 Februari. Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Perempuan Keluarga dan Perlindungan Anak Tutty Alawiyah beralasan, di Indonesia, perayaan tersebut menjurus ke arah negatif. "Banyak cokelat yang dijual di supermarket atau minimarket saat Valentine diselipi kondom," katanya saat dihubungi, Kamis, 11 Februari 2015.

    Tutty khawatir selipan kondom seperti ini akan mendorong remaja melakukan hubungan terlarang di luar nikah. Menurut dia, hal ini berpotensi membuat moral remaja rusak.

    Tutty mengatakan budaya Valentine yang berasal dari Barat tak sesuai dengan orang Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Perayaan yang biasanya dilakukan dengan bertukar kado itu pun kebanyakan menjurus ke arah negatif. "Tujuannya bisa saja negatif, misalnya nanti berujung ciuman dan hal lainnya," ujar Tutty.

    Tutty berujar, kasih sayang tak harus dirayakan pada tanggal tertentu. Perasaan ini bisa ditunjukkan setiap hari, terlebih untuk keluarga. "Jadi kenapa harus menunggu setahun sekali?" katanya.

    RAYMUNDUS RIKANG | NUR ALFIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.