Pengungsi Banjir Pulang, Pengobatan Gratis Tetap Ramai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas  memeriksa kesehatan seorang anak saat di pengungsian warga kampung Cipinang Melayu yang terendam banjir di Kalimalang, Jakarta, 10 Februari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    Petugas memeriksa kesehatan seorang anak saat di pengungsian warga kampung Cipinang Melayu yang terendam banjir di Kalimalang, Jakarta, 10 Februari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Memasuki hari kelima banjir, warga Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, mulai meninggalkan tempat pengungsian di Stadion Tugu. Hingga hari ini, tercatat tinggal 389 warga yang masih bertahan di pengungsian. "Sebagian besar sudah pulang dari dua hari lalu," ujar polisi yang bertugas mengamankan pengungsian, Aiptu Djamari, saat ditemui Tempo di Stadion Tugu, Jumat, 13 Februari 2015.

    Meski sudah banyak warga yang kembali ke rumah masing-masing, posko kesehatan tak terlihat sepi. Dua deret barisan kursi besi berjok merah penuh diisi warga yang antre menunggu pemeriksaan. Bercuriga bahwa ada warga non-pengungsi yang ikut memeriksakan diri, Indri, dokter di posko kesehatan, memastikan ulang identitas pasien yang datang kepadanya. "Ibu pengungsi dari Kelurahan Tugu Selatan?" tanyanya kepada seorang ibu yang menggendong bayinya.

    Si ibu yang ditanya hanya diam lalu sedikit gelagapan saat menjawab. Begitu pun saatTempo mencoba menanyakan kembali statusnya, ibu tersebut hanya tersenyum kecil sambil berlalu.

    Meski tak mendapatkan jawaban pasti, petugas kesehatan tetap memberikan pelayanan warga yang datang ke posko. "Ini yang sekarang diperiksa bukan pengungsi lagi, tapi warga sekitar yang memanfaatkan pengobatan gratis," ujar Indri. "Tapi, ya, sudah, mau bagaimana lagi, semoga obatnya cukup," ujarnya.

    Kejadian semacam ini, menurut Indri, tidak aneh. Pengungsi yang sudah pulang, kata dia, bisa saja menyampaikan ihwal pengobatan gratis di Stadion Tugu ini ke warga non-pengungsi. "Ya, dari mulut ke mulutlah," ujarnya.

    Selama posko kesehatan dibuka, penyakit yang kerap dikeluhkan pengungsi adalah batuk, flu, demam, gatal-gatal, dan diare. Penyakit tersebut ditimbulkan oleh pengaruh air dan cuaca saat banjir.

    Salah satu warga Tugu Selatan, Dahlia, 30 tahun, mengatakan penyakit diare wajar terjadi. Apalagi menu yang disajikan dapur umum hanya mi dan telur. "Gimana enggak mencret kalau yang dikasih telur sama mi terus?" ujar Dahlia sembari tertawa. "Tapi bersyukur aja. Itu juga kan karena masih ada yang nyumbang dan biar cepet masaknya," katanya.

    Dahlia bersama warga RT 006/04 Tugu Selatan hingga saat ini masih menempati pengungsian di Stadion Tugu karena air belum surut. Tempat tinggal Dahlia tak jauh dari stadion itu, tepatnya di samping kanan stadion dan berdekatan dengan perumahan mewah di kawasan Kelapa Gading. "Udah rutinlah tiap tahun siap-siap ngungsi ke sini. Kalau sudah hujan deras, pulangnya siap-siap," kata ibu beranak dua tersebut sambil menyusui anak bungsunya.

    AISHA SHAIDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.