Djarot Akui Sulit Atasi Banjir Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kanan) bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo (kedua kiri) saat penyusuran aliran Sungai Ciliwung di kawasan Cililitan Kecil, Jakarta Timur, 11 Februari 2015. Djarot Syaiful Hidayat memantau kondisi sampah, bantaran dan ekosistem mulai dari Markas Rindam Jaya hingga Pintu Air Manggarai. TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kanan) bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo (kedua kiri) saat penyusuran aliran Sungai Ciliwung di kawasan Cililitan Kecil, Jakarta Timur, 11 Februari 2015. Djarot Syaiful Hidayat memantau kondisi sampah, bantaran dan ekosistem mulai dari Markas Rindam Jaya hingga Pintu Air Manggarai. TEMPO/Dasril Roszandi

    BISNIS.COMJakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengakui sulit menuntaskan permasalahan banjir di Ibu Kota. Menurut dia, persoalan ini tak bisa diselesaikan segera.

    "Tidak mungkin dalam waktu dekat Jakarta seratus persen betul-betul bebas banjir," katanya di Balai Kota Jakarta, Jumat, 13 Februari 2015. Meski demikian, ujar Djarot, masalah ini bisa ditekan dengan mengurangi genangan air, sehingga bisa meminimalkan dampak negatifnya.

    Untuk mengatasi banjir, Djarot menghidupkan kembali wacana pembangunan terowongan bawah tanah atau deep tunnel. "Untuk di Jakarta, kita pakai deep tunnel, terowongan besar bawah tanah yang multifungsi," ucapnya.

    Deep tunnel, tutur Djarot, memiliki banyak manfaat. Selain berfungsi sebagai saluran air yang akan mengurangi banjir, deep tunnel dapat digunakan sebagai jalan raya dan saluran pembuangan limbah.

    Ahli tata air dari Universitas Indonesia, Firdaus Ali, sebelumnya telah mengajukan gagasan deep tunnel pada 2007 untuk mengatasi banjir. Terowongan ini mirip dengan stormwater management and road tunnel di Malaysia.

    Selain Firdaus, PT Antaredja Mulia Jaya juga menawarkan Jakarta Integrated Tunnel. Perusahaan tersebut sudah mengajukan hasil studi kelayakannya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun keduanya belum mendapat sinyal lampu hijau untuk memulai pengerjaan.

    Sebelumnya, hujan yang mengguyur Jakarta sejak Ahad malam hingga Selasa lalu membuat sebagian wilayah Ibu Kota terendam. Genangan ini membuat hampir 6.000 orang mengungsi karena rumahnya kebanjiran. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan penyebab banjir ini karena drainase Jakarta yang buruk. 

    BISNIS.COM | Nancy Junita


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.