Makin Marak, Begal Depok Perlu Penanganan Ekstra

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi tunjukkan benang yang melintang sebatas leher di jalan Juanda, saat razia begal beberapa waktu lalu, di Mapolresta Depok, 12 Februari 2015. Pelaku begal gunakan modus baru dengan benang pancing untuk membegal atau menjerat korban selain dengan menganiaya dan merampas motor korban secara langsung. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Polisi tunjukkan benang yang melintang sebatas leher di jalan Juanda, saat razia begal beberapa waktu lalu, di Mapolresta Depok, 12 Februari 2015. Pelaku begal gunakan modus baru dengan benang pancing untuk membegal atau menjerat korban selain dengan menganiaya dan merampas motor korban secara langsung. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO , Jakarta: Kriminolog dari Universitas Indonesia, Josias Simon mengatakan tindak kejahatan pembegalan di Depok memerlukan penanganan ekstra. Apalagi, belakangan kelompok begal ini memiliki modus baru: yakni menjerat korbannya dengan tali pancing yang dipasang melintang di dua pohon.

    "Tampaknya kelompok ini bukan kelompok begal biasa, perlu penanganan ekstra juga," kata Josias kepada Tempo, Jumat 13 Februari 2014.

    Josias berujar, sebetulnya ini adalah perampokan yang termasuk persoalan kejahatan jalanan. Namun, penggunaan istilah 'begal' membuat kualitas kejahatan perampokan ini menjadi berbeda. Modus operandi begal ini menggunakan peralatan sederhana tapi teknik penggunaannya bisa menghilangkan nyawa orang lain. 

    Selain itu, kata Josias, kelompok begal sepeda motor ini bisa lolos dari kejaran aparat hukum, barang curian jarang ditemukan, pergerakannya terarah, dan tersebar di beberapa lokasi berdekatan. Akibatnya, "Menimbulkan kesan kasus ini mencemaskan, memang betul efek pemberitaannya begitu meluas tapi jumlah masih terbatas," Josias menuturkan.

    Adapun, terakhir pembegalan sepeda motor terjadi pada Selasa, 10 Februari 2015. Hermawan, warga Kampung Sugutamu, Baktijaya, Sukmajaya, Depok, dibegal di Jalan Akses UI-Kelapa Dua, Depok. Kelompok begal tak lagi menggunakan modus lama, yakni membuntuti korban dengan berkelompok dan merampas dengan senjata tajam. Namun, kali ini begal memasang tali yang melintang di jalan sehingga Hermawan terjatuh dari sepeda motornya. Ia mengalami luka pada bagian kepala.

    Adapun, Tim Khusus Penjaga Gangguan dan Anti-Kerusuhan (Jaguar) Kepolisian Resor Depok Imenemukan lilitan benang pancing di Jalan Juanda, Depok, awal Februari 2015 saat sedang inspeksi. Lilitan benang itu ditemukan terpasang di antara pohon di jalur kiri jalan dari lampu merah Jalan Juanda dan Jalan Raya Bogor. Benang pancing tersebut dililit sebanyak empat kali, atau terdapat delapan benang yang melintang di antara pohon tersebut. Tingginya 100-130 sentimeter dari tanah. 

    "Ini jelas modus yang dipakai oleh pelaku kejadian di Jagakarsa," kata Inspektur Dua Winam Agus. Lokasi kejadian di Jalan Juanda tersebut, kata Winam, minim penerangan dan sepi pada malam hari.

    NIEKE INDRIETTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.