Kisruh Pompa Banjir Jakarta, Pusat Tak Ikut Campur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi pipa saluran pompa air pada peresmian Rumah Pompa Air Waduk Pluit, di Penjaringan, Jakarta (27/3). Peresmian rumah pompa Waduk Pluit dengan tiga pompa air baru berkekuatan 15 meter kubik per detik.  ANTARA/Wahyu Putro

    Warga melintasi pipa saluran pompa air pada peresmian Rumah Pompa Air Waduk Pluit, di Penjaringan, Jakarta (27/3). Peresmian rumah pompa Waduk Pluit dengan tiga pompa air baru berkekuatan 15 meter kubik per detik. ANTARA/Wahyu Putro

    TEMPO.CO , Jakarta: Pemerintah pusat tak akan ikut campur atau pun membantu ihwal kisruh pompa air antara Pemda DKI Jakarta dengan PT PLN (Persero). "Masalah banjir Jakarta lebih banyak urusan Pemda," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil di kantornya, Jumat, 13 Februari 2015.


    Sofyan mengatakan masalah banjir di DKI Jakarta saat ini bisa dikendalikan dengan pompa. "Untuk pengadaan pompa, duit DKI (Jakarta) banyak banget," katanya.


    Pemerintah pusat, ujar Sofyan, bukan berarti lepas tangan begitu saja. Sofyan mengatakan Presiden Joko Widodo mendorong agar sodetan, proyek yang dicanangkan Jokowi sewaktu jadi gubernur, agar dipercepat.


    Pemerintah, kata Sofyan, sudah merencanakan penanggulangan banjir jangka menengah. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun bendungan di Ciawi dan Sukamahi pada tahun ini. Sedangkan Kementerian Kehutanan akan melakukan penghijauan sepanjang hulu Sungai Ciliwung dan Cisadane, dan merevitalisasi waduk-waduk di Jakarta dan Bogor.

    Banjir adalah musuh klasik yang selalu menerpa hampir sebagian besar DKI Jakarta. Berbagai cara diupayakan seperti pembangunan waduk, sodetan, normalisasi, hingga pengadaan pompa banjir, dilakukan Pemda DKI Jakarta.

    Sedangkan, Kisruh antara PLN dan Ahok bermula dari peristiwa banjir di Jakarta akibat derasnya hujan sejak Senin dini hari 9 Februari 2015. Sejumlah wilayah Jakarta tergenang banjir, termasuk Istana Negara dan Balai Kota. Wilayah Jakarta Utara, di antaranya Kelapa Gading juga terendam. Ahok menduga terendamnya wilayah Jakarta Utara ini akibat berhentinya operasi pompa air di Waduk Pluit karena PLN memutus jaringan listrik di wilayah utara.

    ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.