Penyebab Gangguan Air di Bandara Soekarno-Hatta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • uasana Terminal  keberangkatan 1B yang padat dengan calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (3/8). Untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara terdapat penerbangan tambahan yang terdiri dari 1.576 tempat duduk penerbangan domestik dan 229 internasional. TEMPO/Nurdiansah

    uasana Terminal keberangkatan 1B yang padat dengan calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (3/8). Untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara terdapat penerbangan tambahan yang terdiri dari 1.576 tempat duduk penerbangan domestik dan 229 internasional. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Tangerang - Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi mengatakan aliran air bersih di Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali berangsur normal sejak pagi ini pukul 04.30 WIB.

    Air bersih di Bandara Soekarno Hatta ini sempat mengalami gangguan pada 13 Februari 2014 mulai pukul 18.30 WIB. "Gangguan tersebut akibat kebocoran pada pipa," kata Budi, Sabtu 14 Februari 2015.

    Akibat kebocoran itu, kata Budi, menyebabkan berkurangnya debit aliran air bersih ke Terminal 1 dan 3. Sedangkan untuk Terminal 2 tidak mengalami gangguan air akibat kebocoran pipa tersebut.

    Budi mengatakan gangguan tersebut tidak sampai mengakibatkan terhentinya aliran air bersih. "Namun, memang kami akui menyebabkan aliran air tersebut melemah."

    Tim teknisi, kata Budi Karya, telah melakukan perbaikan saluran pipa air yang bocor tersebut sehingga masalah tersebut kini sudah teratasi. "Perbaikan telah dilakukan oleh teknisi internal kami‎ dan aliran air berangsur-angsur normal," katanya.

    Budi menyampaikan permohonan maaf atas kondisi tersebut yang mengakibatkan berkurangnya kenyamanan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.